Survei Median: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Tak Tembus 50 Persen

Reza Gunadha | Walda Marison | Suara.com

Selasa, 27 November 2018 | 17:32 WIB
Survei Median: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Tak Tembus 50 Persen
Presiden Joko Widodo memberikan salam saat penganugerahan gelar kehormatan adat Komering Provinsi Sumatera Selatan di halaman Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/11). [ ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Lembaga survei politik Median memublikasikan hasil penelitian mereka yang menunjukkan persentase elektabilitas Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin masih mengungguli rivalnya, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Berdasarkan survei Median, persentase elektabilitas Jokowi – Maruf Amin mencapai 47,7 persen. Sementara Prabowo – Sandiaga 35,5 persen.

Namun persentase elektabilitas Jokowi – Maruf Amin itu dinilai negatif, karena tidak bisa menembus angka 50 persen.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, elektabilitas Jokowi – Maruf Amin tak bisa di atas 50 persen karena sebagian masyarakat kecewa terhadap kebijakan ekonomi serta kesejahteraan sosial di bawah pemerintahan Jokowi.

"Banyak yang harus dibenahi di antaranya kondisi ekonomi. Sebanyak 48,9 persen responden mengakui kecewa terhadap kebijakan ekonomi Presiden Jokowi,"ujar Rico Marbun di restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya,  Jakarta Pusat,  Selasa (27/11/2018).

Ia mengatakan, responden surveinya mengakui, kecewa terhadap kebijakan ekonomi Jokowi yang dinilai tak bisa mengentaskan kemiskinan, membuka lapangan kerja baru, menstabilisasi harga sembako, menekan jumlah utang, penataan tenaga kerja asing, kenaikan harga BBM, kenaikan upah minimum, serta subsidi kelistrikan.

"Satu kebijakan Jokowi yang diapresiasi adalah pembangunan infrastruktur,” tukasnya.

Ia mengatakan, kubu Jokowi – Maruf Amin harus bisa membuat formula baru untuk menarik kepercayaan masyarakat sehingga bisa menaikkan elektabilitas di atas 50 persen.

"Jadi PR (pekerjaan rumah) Jokowi adalah suaranya harusnya bisa lebih baik dari ini. Dan ini adalah evaluasi Prabowo juga, ini sudah tiga kali dia ikut pilpres, jadi ini evaluasi dari belah pihak," tutupnya.

Untuk diketahui, Median menggelar survei tersebut pada tanggal 4 November sampai 16 November 2018.

Jumlah responden dalam survei ini adalah 1.200 orang dengan metodologi sampel acak beragam tingkatan. Median mengklaim ambang batas kesalahan survei ini kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sama-sama Dukung Jokowi, Farhat Abbas - PSI Ribut

Sama-sama Dukung Jokowi, Farhat Abbas - PSI Ribut

News | Selasa, 27 November 2018 | 17:00 WIB

Survei LSI: Dua Bulan Kampanye, Prabowo Belum Bisa Ungguli Jokowi

Survei LSI: Dua Bulan Kampanye, Prabowo Belum Bisa Ungguli Jokowi

News | Selasa, 27 November 2018 | 16:31 WIB

Polisi: Ada Saksi Benarkan Dugaan Mark Up Dana Kemah Dahnil

Polisi: Ada Saksi Benarkan Dugaan Mark Up Dana Kemah Dahnil

News | Selasa, 27 November 2018 | 16:17 WIB

KPK Berharap Revisi UU Tipikor Sebelum Pilpres 2019

KPK Berharap Revisi UU Tipikor Sebelum Pilpres 2019

News | Selasa, 27 November 2018 | 16:13 WIB

Terkini

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB