Persilakan Reuni Akbar 212 di Monas, PBNU: Tolong Jaga Ucapan dan Tindakan

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Kamis, 29 November 2018 | 16:32 WIB
Persilakan Reuni Akbar 212 di Monas, PBNU:  Tolong Jaga Ucapan dan Tindakan
Robikin Emhas, Ketua PBNU, mengaku mengikuti keluarga Gus Dur mendukung Jokowi - Ma'ruf (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Ketua Pengurus Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Robikin Emhas tidak keberatan dengan Reuni Akbar 212 ke-2 yang akan digelar Persaudaraan Alumni 212 di Monas, Jakarta, pada Minggu (2/12/2018) mendatang. Tetapi Robikin meminta kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai ajang untuk silaturahim.

"Toh itu bagian dari upaya mempererat persaudaraan diantara sesama umat Islam atau ukhuwah islamiyah," kata Robikin dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (29/11/2018).

Robikin menerangkan, silaturahim untuk mempererat tali persaudaraan merupakan perintah agama. Namun hal tersebut harus dilakukan dengan tetap menjujung tinggi adab dan tata cara bersilaturahim.

"Oleh karena itu tolong jaga ucapan dan tindakan, jaga ketertiban. Dan jangan mengungkapkan kalimat yang dapat dimaknai sebagai ujaran kebencian, serta jangan ada adu domba," kata dia.

Menurut Robikin, untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah tidak boleh diciderai dengan melakukn tindakan-tindakan yang berpotensi merusak harmoni sosial sebagai sesama warga negara (ukhuwah wathaniyah) maupun warga dunia sebagai sesama anak manusia (ukhuwah insaniyah).

"Jangan samapai niat baik mempererat silaturahim, meningkatkan ukhuwah islamiyah dalam forum Reuni 212 justru merusak ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah," jelas dia.

"Tiga matra persaudaraan (ukhuwah) tersebut harus berada dalam satu tarikan nafas. Tidak boleh dipilah dan hanya diambil salah satunya," Robikin menambahkan.

Meski demikian, ia meminta pada massa eks pendemo Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan berkumpul di Monas untuk tidak melakukan politisasi agama. Dalam bingkai NKRI, Robikin mengajak umat Islam untuk menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi.

"Mari jadikan agama untuk pemuliaan harkat dan martabat kemanusiaan, untuk meningkatkan etos kerja dan daya saing kita sebagai bangsa serta mempertinggi peradaban dunia. "Bukan menempatkan agama sebagai alat meraih suara dalam politik elektoral," kata dia.

Baca Juga: Cintanya Diputus, Tista Sebar Foto Bugil Eks Kekasih ke Orangtua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI