Keluarga Korban KM Multi Prima 1 Minta Basarnas Perpanjang Waktu Pencarian

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 03 Desember 2018 | 17:13 WIB
Keluarga Korban KM Multi Prima 1 Minta Basarnas Perpanjang Waktu Pencarian
ABK KM Multi Prima 1 saat dievakuasi. (TimeIndonesia.co,id)

Suara.com - Keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Multi Prima 1 mendesak pemerintah dan Basarnas memperpanjang waktu pencarian korban enam kru kapal yang masih hilang di Perairan Selat alas Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pihak keluarga berharap pencarian bisa dilanjutkan hingga tujuh hari ke depan.

Istri Nakhoda KM Multi Prima 1, Florentina Waton menginginkan pencarian korban bisa dilanjutkan hingga enam ABK ditemukan.

"Kami semua berharap supaya diperpanjang lagi pencariannya. (Harapan saya pencarian korban) sampai diketemukan," ujar Florentina saat dihubungi wartawan, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, ada kemungkinan korban-korban lainnya termasuk suaminya yang merupakan nakhoda kapal yakni Kapten Tarsisius Dusi Atulolong (38) terdampar di suatu pulau.

"Karena kan kita berharap mereka sudah terdampar di pulau mana kita nggak tahu," kata dia.

Ibu satu anak itu juga berharap ada pemberitaan perihal pencarian ABK yang dilakukan TIM SAR. Hal tersebut agar keluarga bisa melihat proses pencarian korban-korban KM Multi Prima 1.

"Jadi kami sekeluarga hanya menanti menanti dan menanti (kabar pencarian Tim SAR). Kami tanya mereka ke tim SAR melalui whatsapp mereka (SAR) cuma jawabnya kita sudah mencari kita sudah hubungin nelayan hubungin masyarakat setempat tapi hasilnya masih nihil seperti itu terus jawabannya," kata dia.

"Jadi saya pribadi sampai dapatlah mereka (enam korban) untuk bisa kembali dan berkumpul. Kalau pencarian gitu disiarin gitu loh, kalau bisa disiarin (di media massa) biar kita keluarga tahu kalau mereka (SAR) sudah mencari kedaratan atau kemana gitu," sambungnya.

Hal yang senada juga dikatakan adik dari salah satu ABK, Pelipus Kopong (48), Rofinus Kia Beliti. Dia juga berharap ada perpanjang waktu pencarian korban-korban KM Multi Prima 1.

baca juga

Rofinus mengatakan para keluarga korban juga berencana mendatangi kantor pemilik kapal KM Multi Prima 1, yakni PT Sunindo Trans Nusa Sejahtera yang dimiliki Toni Sunur di Surabaya. Mereka ingin mendesak agar pemilik kapal juga membantu pencarian enam korban yang hingga kini belum ditemukan.

"Besok keluarga juga mau ke kantor perusahaan kapal. Kita harus memperpanjang pencarian (korban yang hilang)," kata Rofinus.

Rofinus menuturkan, dengan mendatangi pemilik kapal, ia berharap ada suntikan dana kepada Basarnas Mataram dalam hal pencarian korban-korban yang hingga kini belum diketemukan.

"Kami hanya bisa berharap, paling tidak ada suntikan dana dari pemilik kapal. Sebenarnya bisa saja pemilik kapal kasih suntikan dana ke tim SAR," ucap Rofinus.

Pria asal Flores Timur itu juga berharap kakaknya, Pelipus ditemukan dalam keadaan selamat.

"Kami berharap dan tetap berdoa dan yakin keluarga kita masih selamat," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapung di Lautan, ABK Kapal Multi Prima I Diselamatkan Kapal Portugal

Mengapung di Lautan, ABK Kapal Multi Prima I Diselamatkan Kapal Portugal

News | Kamis, 29 November 2018 | 08:31 WIB

Satu ABK Kapal Multi Prima I Ditemukan Selamat

Satu ABK Kapal Multi Prima I Ditemukan Selamat

News | Kamis, 29 November 2018 | 08:08 WIB

Pemerintah Beberkan Kemudahan Rebranding Kawasan Berikat

Pemerintah Beberkan Kemudahan Rebranding Kawasan Berikat

Bisnis | Selasa, 27 November 2018 | 17:16 WIB

Dievakuasi ke Darat, 7 ABK KM Multi Prima 1 Alami Trauma

Dievakuasi ke Darat, 7 ABK KM Multi Prima 1 Alami Trauma

News | Minggu, 25 November 2018 | 06:37 WIB

Terkini

Kenapa Kontak Hilang Sendiri di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kontak Hilang Sendiri di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:51 WIB

Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Kencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Kencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:51 WIB

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang | Senin, 02 November 2026 | 16:50 WIB

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

News | Senin, 02 November 2026 | 16:48 WIB

MBMA Siapkan Private Placement 10,8 Miliar Saham, Ada Apa?

MBMA Siapkan Private Placement 10,8 Miliar Saham, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:47 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:45 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:44 WIB

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

News | Senin, 02 November 2026 | 16:41 WIB

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

×