Benny Wenda: Berita Pembunuhan di Nduga Propaganda Militer Indonesia

Reza Gunadha

Rabu, 05 Desember 2018 | 13:51 WIB
Benny Wenda: Berita Pembunuhan di Nduga Propaganda Militer Indonesia
Ketua United Liberation Movement for West Papua Benny Wenda. [The Guardian]

Suara.com - Ketua United Liberation Movement for West Papua Benny Wenda menilai, mayoritas pemberitaan media massa mengenai insiden dugaan pembunuhan di Nduga, Papua, berisi propaganda pemerintah Indonesia.

Benny Wenda, seperti diberitakan Tabloid Jubi, Rabu (5/12/2018), mengakui belum mendapatkan informasi langsung terkait insiden dugaan pembunuhan di Nduga.

Ia mengatakan baru mendapatkan informasi dari media massa yang terfokus pada jumlah korban saja. Berita-berita dalam media massa ini, diduga oleh Wenda sebagai bentuk propaganda Indonesia.

Benny menjelaskan, narasi tentang pembunuhan yang menewaskan puluhan orang itu, untuk mengaburkan dukungan rakyat Indonesia yang semakin luas terhadap hak penentuan nasib sendiri bangsa Papua.

Sebab kekinian, semakin banyak orang Indonesia yang memahami keinginan rakyat dan bangsa Papua untuk berpisah dari Indonesia.

“Berita pembunuhan di Nduga adalah propaganda Indonesia. Itu dugaan saya. Karena semakin luasnya dukungan rakyat Indonesia kepada rakyat dan bangsa Papua itu terlihat pada 1 Desember akhir pekan lalu,” tuturnya.

“Sebab itu pemerintah Indonesia berupaya menunjukkan pada masyarakat Indonesia, bahwa orang Papua itu brutal dan bisa melakukan pembantaian. Insiden belum bisa dikonfirmasi, namun narasi ‘pembantaian’ itu sudah berkembang luas melalui media massa dan foto-foto hoaks korban beredar di media sosial,” kata Benny Wenda melalui sambungan telepon kepada Jubi.

Ia juga menduga, narasi dugaan pembunuhan ini dikembangkan Indonesia untuk melegitimasi penempatan lebih banyak pasukan ke Papua.

Mengenai sikap ULMWP sendiri, Wenda menegaskan tetap memilih jalan lobi, diplomasi dan antikekerasan.

baca juga

“ULMWP posisinya jelas. Sebagai elemen politik kami berjuang secara damai, tanpa kekerasan. Tapi kalau TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat), itu lain cerita,” lanjut Wenda.

Menurutnya, hingga saat ini ULMWP belum bisa memberikan pernyataan resmi, karena masih mengumpulkan informasi secara komperehensif dari sumber pertama. 

ULMWP, lanjutnya, belum bisa mengkonfirmasi tuduhan yang disampaikan oleh TNI dan polisi terkait peristiwa di Nduga itu

“Jika benar TPNPB yang melakukan serangan itu, mereka pasti akan mengaku sebagai pihak yang bertanggungjawab,” lanjut Wenda yang kekinian bermukim di Inggris.

Berita ini kali pertama diterbitkan Tabloidjubi.com dengan judul “Benny Wenda : Berita pembunuhan di Nduga adalah propaganda Indonesia”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri: Informasi Awal 20 Orang Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Papua

Kapolri: Informasi Awal 20 Orang Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Papua

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 13:29 WIB

Mendagri Minta Kelompok Bersenjata Ditindak dengan Tegas, Tanpa Kompromi

Mendagri Minta Kelompok Bersenjata Ditindak dengan Tegas, Tanpa Kompromi

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 13:01 WIB

Komnas HAM Sebut Aksi Penembakan di Papua Brutal dan Tidak Manusiawi

Komnas HAM Sebut Aksi Penembakan di Papua Brutal dan Tidak Manusiawi

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 12:46 WIB

Bamsoet Sebut Kelompok Bersenjata di Papua Melebihi dari Gerakan Teroris

Bamsoet Sebut Kelompok Bersenjata di Papua Melebihi dari Gerakan Teroris

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 12:14 WIB

Terkini

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:30 WIB

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:29 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

×