Komnas HAM Sebut Aksi Penembakan di Papua Brutal dan Tidak Manusiawi

Rabu, 05 Desember 2018 | 12:46 WIB
Komnas HAM Sebut Aksi Penembakan di Papua Brutal dan Tidak Manusiawi
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (Suara.com/ Walda Marison)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam tindakan brutal pembantaian puluhan orang karyawan BUMN PT. Istaka Karya di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua. Komnas HAM menyebut aksi penembakan tersebut merupakan tindakan brutal dan tidak manusiawi.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik meminta pemerintah untuk menuntaskan kasus pembantaian tersebut.

"Jika peristiwa pembunuhan tidak manusiawi di Nduga itu ditangani tidak secara tepat dan baik, maka akan mudah berkembang menjadi permasalahan hak asasi manusia," ujarnya di Kantor Komnad HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Sebelum kasus ini mencuat, Komnas HAM, kata dia, juga tengah menangani permasalahan HAM yang terjadi di Papua. Ini hanya akan menambah daftar panjang persoalan HAM di Papua yang tak kunjung selesai.

"Disisi lain, isu pelanggaran HAM di Papua juga selalu mencuat kepermukaan. Baik isu - isu terkait peristiwa peristiwa dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu maupun yang terjadi pada beberapa tahun belakangan," bebernya.

Berdasarkan kecaman tersebut, Komnas HAM pun mengutarakana lima poin terkait respon tragedi penembakan di Papua itu. Lima poin tersebut adalah.

1. Mengecam tindakan brutal dan tidak manusiawai yang telah mengakubatkan kematian dan cedera puluhan warga tersebut. Tindakan tindakan tersebut tidak bisa di tolerir.

2. Menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.

3. Meminta aparat penegak hukum sesegera mungkin bisa menindak dan menangkap para pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan prinsip - prinsip hak asasi manusia.

Baca Juga: Sukses Usaha, PT Gujati 59 Utama akan Ajukan Dana Lagi ke LPDB

4. Meminta pemerintah untuk memastikan tersedianya perlindungan, menanggung seluruh biaya fisik maupun non fisik mereka bagi para korban dan saksi kunci yang selamat.

5. Meminta pemerintah untuk meningkatkan upaya - upaya pencegahan, dengan melibatkan berbagai elemen (Pemerintah daerah dab Masyarakat agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali).

Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja PT. Istaka Karya di proyek Trans Papua ditembak mati kelompok bersenjata pada Minggu (2/12). Selain menyerang pekerja, Senin (3/12) sekitar pukul 18.30 wit kelompok bersenjata itu juga menyerang Pos TNI Mbua hingga menyebabkan satu prajurit tewas tertembak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI