Pembuat e-KTP Palsu di Pasar Pramuka Pojok Pasang Tarif Rp 700 Ribu

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 06 Desember 2018 | 15:35 WIB
Pembuat e-KTP Palsu di Pasar Pramuka Pojok Pasang Tarif Rp 700 Ribu
Pembuat e-KTP Palsu di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat. (Suara.com/ Muhamad Yasir)

Suara.com - Blangko e-KTP identik dengan blanko resmi yang dikeluarkan pemerintah dikabarkan beredar dan diperjualbelikan di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat. Hal itu diketahui berdasaran hasil investigasi salah satu media massa nasional.

Untuk memastikan hal itu, Suara.com kemudian melakukan penelusuran ke Pasar Pramuka Pojok yang terletak di Jalan Salemba Raya, RW 06, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Dari pantauan di lokasi tersebut memang tampak berderet kios percetakan dan pembuatan stampel.

Kendati begitu, kesan pertama yang dilihat dari kios percetakan yang berada di sana justru berbeda dari kios pada umumnya. Sebagian, dari kios percetakan justru terkesan tertutup dan tersembunyi di lorong sepanjang Pasar Pramuka Pojok.

"Mau bikin apa mas?," tanya seorang juru parkir di Pasar Pojok Pramuka, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Menanggapi hal itu, awalnya Suara.com mengaku ingin membuat kartu nama. Kemudian, sang juru parkir pun mengantarkan kepada salah satu pemilik percetakan bernama Agis.

Setelah berbincang dengan Agis terkait pembuatan kartu nama, di tengah perbincangan Suara.com pun bertanya kepada Agis apakah bisa melayani pembuatan e-KTP. Kemudian, tanpa berpikir panjang Agis pun mengatakan bisa melayanai jasa pembuatan e-KTP.

"Bisa juga kok itu bisa. Mau kapan?," tanya Agis.

Agis menjelaskan bahwasnya spesifikasi e-KTP yang dibuat nantinya sama persis menyerupai e-KTP yang dikeluarkan pemerintah lengkap dengan blankonya. Adapun, Agis mengatakan persyaratan untuk membuat e-KTP palsu tersebut cukup dengan menyertakan nomor induk kependudukan (NIK) dan foto.

"Iye pokoknya sama persis kaya yang asli, tinggal kasih NIK sama foto saja sini," imbuhnya.

baca juga

Selanjutnya, Agis menyampaikan tarif yang dikenakan untuk jasa pembuatan e-KTP yakni sebesar Rp 700 ribu. Itu pun menurutnya masih bisa kurang.

Sedangkan, untuk lama waktu pembuatannya tidak cukup memakan waktu lama. Agis mengatakan pembuatan e-KTP tersebut bisa langsung ditunggu.

"Kalau e-KTP bisanya kita 700 ribu paling-paling kurang jadi 600 ribu. Bisa langsung jadi tinggal ditunggu aja," ujarnya.

Berkenaan dengan itu, Nila salah satu pemilik warung di Pasar Pramuka mengungkapkan bawasanya praktik pembuatan surat-surat penting seperti e-KTP, buku nikah, paspor dan lainnya sudah ada sejak lama. Hanya saja, kekinian menurut Nila para penyedia jasa pembuatan surat palsu tersebut lebih tertutup.

Nila mengatakan hal itu menyusul pernah adanya penggerebekan terhadap sindikat pembuatan dokumen palsu di wilayah Pasar Pramuka.

"Sekarang nggak kaya dulu, diem-diem. Soalnya kan pernah tuh pada ditangkepin sama polisi," tutur Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologi Anak Mantan Pejabat Jual Blangko e-KTP di Tokopedia

Kronologi Anak Mantan Pejabat Jual Blangko e-KTP di Tokopedia

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 15:17 WIB

Carlos Ghosn Diamankan: Masa Depan Trio Perusahaannya ?

Carlos Ghosn Diamankan: Masa Depan Trio Perusahaannya ?

Otomotif | Selasa, 20 November 2018 | 16:00 WIB

Waspada Banyak Klinik Kecantikan Gunakan Teknologi Palsu

Waspada Banyak Klinik Kecantikan Gunakan Teknologi Palsu

Lifestyle | Jum'at, 07 September 2018 | 18:03 WIB

Perusahaan Helm Arai Dirugikan Lelang Online

Perusahaan Helm Arai Dirugikan Lelang Online

Otomotif | Selasa, 21 Agustus 2018 | 15:15 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×