KBRI Dakar Bantu Pulangkan Enam ABK Bermasalah ke Tanah Air

Dythia Novianty

Sabtu, 08 Desember 2018 | 10:17 WIB
KBRI Dakar Bantu Pulangkan Enam ABK Bermasalah ke Tanah Air
ABK WNI bermasalah dari PT. Bahtera Agung Samudera (PT. BAS) berhasil dipulangkan KBRI Dakar ke Indonesia. [Dok. Kemenlu]

Suara.com - KBRI Dakar kembali melepas kepulangan enam ABK WNI bermasalah dari PT. Bahtera Agung Samudera (PT. BAS) ke Indonesia pada Rabu (7/12/2018). Keenam ABK tersebut sebelumnya bekerja di atas kapal Taiwan, yaitu Chang Yun Yu 11, dan Yang Ming 8008 sejak bulan Juli 2018. Para ABK tersebut berasal dari Pemalang, Purworejo, Cirebon, dan Tegal.

Sebelumnya, pada 26 November 2018, KBRI Dakar telah menerima pengaduan dari enam ABK bermasalah. Mereka mengadukan telah diperlakukan secara tidak wajar oleh Kapten dan Mandor kapal, sebagai contoh perlakuan kasar, pemukulan dengan benda keras, dan ditampar. ABK WNI juga menyampaikan bahwa mereka tidak diberikan jam istirahat yang cukup, tidur hanya 3-4 jam per hari. Jam kerja yang diberikan oleh Kapten Kapal kepada pekerja ABK WNI, sesuka hati Kapten dan Mandor tanpa adanya istirahat.

Oleh karena itu, ke-6 ABK WNI tersebut memutuskan tidak bekerja lagi di kapal tersebut dengan alasan mendapatkan perlakuan yang sangat buruk, dan keselamatan jiwa mereka terancam.

Berdasarkan pengecekan KBRI dengan Agensi di Dakar, PT. BAS tidak melakukan koordinasi dengan Agensi di Dakar. Oleh karena itu, pihak Agensi di Dakar tidak bersedia menampung dan membawa ABK tersebut. Untuk perlindungan ke-6 ABK tersebut, KBRI Dakar telah menampung mereka di kantor KBRI dan mengupayakan penyelesaian permasalahan.

Berdasarkan pengecekan KBRI, ditemukan fakta bahwa seluruh ABK yang dikirimkan dan bekerja di perairan wilayah akreditasi KBRI Dakar (Senegal, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Mali, Pantai Gading, Cabo Verde, dan Sierra Leone) belum pernah ada yang kedatangan / keberangkatan mereka dilaporkan ke KBRI Dakar. KBRI Dakar selama ini mengetahui keberadaan para ABK tersebut ketika mereka bermasalah atau melalui koordinasi dengan otoritas pelabuhan Negara akreditasi. Padahal seharusnya pengiriman ABK / TKI ke luar negeri diinformasikan terlebih dahulu ke Perwakilan RI.

Berdasarkan informasi yang KBRI gali dari ke-6 ABK tersebut, masih terdapat puluhan ABK yang dikirim oleh PT. BAS dan saat ini sedang berlayar di perairan Dakar. Para ABK WNI tersebut berpotensi memiliki permasalahan yang sama seperti halnya ke-6 ABK tersebut. Dalam kaitan ini, KBRI menghimbau kiranya instansi terkait di Indonesia dapat memberikan peringatan khusus, sekiranya kasus serupa terjadi, maka PT. BAS dapat sepenuhnya bertanggung jawab termasuk pemulangan mereka ke Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KBRI Dakar Sudah Beri Pendampingan Terhadap 6 ABK WNI Bermasalah

KBRI Dakar Sudah Beri Pendampingan Terhadap 6 ABK WNI Bermasalah

News | Selasa, 27 November 2018 | 13:52 WIB

Habib Rizieq Disebut Ditangkap Polisi Saudi, Ini Kata KBRI Riyadh

Habib Rizieq Disebut Ditangkap Polisi Saudi, Ini Kata KBRI Riyadh

News | Selasa, 06 November 2018 | 22:03 WIB

Lindungi TKI di Arab Saudi, RI Perlu Bertindak Keras

Lindungi TKI di Arab Saudi, RI Perlu Bertindak Keras

News | Senin, 05 November 2018 | 06:12 WIB

Indonesia dan Tanzania Manfaatkan Teknologi Nuklir, Ini Tujuannya

Indonesia dan Tanzania Manfaatkan Teknologi Nuklir, Ini Tujuannya

Bisnis | Minggu, 07 Oktober 2018 | 16:06 WIB

Penjelasan KBRI Soal Kondisi Habib Rizieq di Arab Saudi

Penjelasan KBRI Soal Kondisi Habib Rizieq di Arab Saudi

News | Jum'at, 28 September 2018 | 11:38 WIB

Moraturium TKI ke Timur Tengah Dinilai Tak Efektif

Moraturium TKI ke Timur Tengah Dinilai Tak Efektif

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 07:14 WIB

Terkini

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

×