Insiden Penembakan di Trans Papua, Ratusan Warga Nduga Mengungsi ke Hutan

Bangun Santoso

Senin, 10 Desember 2018 | 06:36 WIB
Insiden Penembakan di Trans Papua, Ratusan Warga Nduga Mengungsi ke Hutan
Pembangunan infrastruktur Jalan Trans Papua. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Ratusan warga Mbua, Yall dan Yigi dilaporkan telah mengungsi ke hutan sejak pengejaran kelompok bersenjata yang menyebut diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Sebelumnya, TPNPB mengkalim diri sebagai pelaku insiden penembakan para pekerja PT Istaka Karya yang bekerja membangun jalur Trans Papua pada Minggu (2/12/2018) lalu. Sebagian besar warga yang mengungsi ini adalah umat Gereja Kemah Injili (Kingmi) Papua.

"Kami mendapatkan laporan dari Yigi dan Yall, sekitar 5 klasis telah mengungsi ke hutan sejak evakuasi korban penembakan dilakukan," ujar Pendeta Dr. Benny Giay seperti diwartakan Jubi, Minggu (9/12/2018).

Pendeta Benny Giay merinci 5 klasis tersebut adalah Klasis Yigi Barat sebanyak 6 jemaat, Klasis Yigi sebanyak 6 jemaat, Klasis Mbua sebanyak 6 jemaat dan Klasis Mbulmuyalma sebanyak 8 jemaat. Satu klasis lainnya, yakni Klasis Mugi belum diketahui pasti berapa jemaat yang mengungsi.

“Masing-masing jemaat itu rata-rata diisi oleh 30-50 kepala keluarga. Jadi jumlah yang diketahui mengungsi dari empat klasis itu ada sekitar 780 kepala keluarga. Jika satu keluarga dua orang saja, sudah lebih dari 1.500 orang yang mengungsi," jelas Pendeta Benny Giay.

Gereja Kingmi menurut Pendeta Benny Giay adalah denominasi gereja yang dominan di Nduga. Ada sekitar 60.000 umat Kingmi di Nduga.

Ia menambahkan, pada peristiwa penyisiran sebelumnya yang terjadi pada bulan Juni-Juli 2018, 50 keluarga di Kampung Alguru -yang disebut sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata- telah mengungsi ke hutan. Selain itu, ada sekitar 150 orang yang mengungsi ke Timika dan 116 orang keluar dari Nduga menuju Agats, Asmat.

Terkait peristiwa penembakan di Nduga, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) menyampaikan keprihatinan yang dalam dan sangat menyesalkan dengan pendekatan kekerasan dalam penyelesaian masalah Papua, baik yang dilakukan oleh masyarakat sipil, kelompok-kelompok bersenjata maupun aparat Negara.

“Pendekatan kekerasan, dalam bentuk apa pun, menurut hemat kami, tidak akan pernah menyelesaikan masalah, selain hanya akan menciptakan luka-luka baru yang pada gilirannya akan menciptakan lingkaran kekerasan,” tulis Pdt. Dr. Henriette T.H. Lebang, Ketua Umum PGI melalui pesan pastoral PGI terkait peristiwa di Nduga.

baca juga

PGI mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan menyelesaikan ragam persoalan yang ada dengan duduk bersama membicarakannya secara beradab dan bermartabat.

"Hanya dengan demikian kita bisa membebaskan Papua dari pelbagai masalah yang membelitnya," lanjut Pdt. Dr. Henriette T.H. Lebang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Papua Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat Jelang Natal

DPR Papua Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat Jelang Natal

Bisnis | Minggu, 09 Desember 2018 | 12:00 WIB

Tolak Kompensasi Rp 4 Miliar, Obeth Gobay Tagih Janji Jokowi

Tolak Kompensasi Rp 4 Miliar, Obeth Gobay Tagih Janji Jokowi

News | Minggu, 09 Desember 2018 | 08:49 WIB

Jadi Korban Penganiayaan Tentara PNG, 3 Warga Papua Dijemur 2 Jam

Jadi Korban Penganiayaan Tentara PNG, 3 Warga Papua Dijemur 2 Jam

News | Minggu, 09 Desember 2018 | 07:02 WIB

Jadi Korban OPM, Lima Pekerja PT Istaka Karya Masih Hilang

Jadi Korban OPM, Lima Pekerja PT Istaka Karya Masih Hilang

News | Sabtu, 08 Desember 2018 | 16:07 WIB

Aksi OPM di Papua, Sandiaga: Itu Buat Prabowo Gelisah

Aksi OPM di Papua, Sandiaga: Itu Buat Prabowo Gelisah

News | Sabtu, 08 Desember 2018 | 14:47 WIB

Terkini

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:33 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:25 WIB

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:20 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

×