Suara.com - Kawasan Pasar Swalayan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, pada hari Rabu (12/12/2018) agak berbeda seperti biasanya. Tidak terlihat satu pun juru parkir di area pertokoan tersebut.
Dua hari sebelumnya, Senin (10/12), di daerah tersebut terjadi pengeroyokan satu anggota TNI AL bernama Kapten Komarudin oleh sejumlah juru parkir.
Pantauan Suara.com pukul 14. 53 WIB, aktivitas dagang masih berjalan normal. Tidak terlihat orang-orang berkumpul di lokasi seperti saat aksi sweeping Selasa (11/12) malam.
Suara.com sempat menyambangi beberapa orang di sekitar lokasi untuk dimintakan keterangan seputar pengeroyokan dan sweeping. Namun, warga terkesan takut bercerita mengenai kejadian tersebut.
"Saya cuma tahu pas sudah ribut-ribut. Enggak tahu ribut karena apa, " ujar salah satu pedagang makanan yang berjualan di lokasi.
Suara.com juga sempat menyambangi tukang ojek yang biasa mangkal di pertigaan kawasan setempat. Namun, mereka mengakui tidak tahu apa-apa.
"Saya enggak tahu pak. Pas kejadian saya enggak di sini. Saya juga tahu dari orang," jelasnya.
Perlu diketahui, pertigaan Arundina itu menjadi lokasi pemukulan seorang anggota TNI yakni Kapten Komaruddin dari kesatuan Angkatan Laut. Ia diketahui dikeroyok oleh juru parkir setempat pada Senin (10/12/2018) pukul 16.00 WIB.
Kejadian tersebut bermula saat Komarudin yang sedang mengenakan pakaian dinas TNI AL bersama anaknya hendak makan di warung dekat toko Arundina, Cirasas.
Saat hendak memarkir sepeda motornya, sang anak memberi tahu kepada Komarudin bahwa knalpot motor tersebut berasap.
Ketika Komarudin memeriksa mesin sepeda motor miliknya, salah seorang juru parkir menggeser motor tersebut hingga membentur kepalanya. Alhasil, sang juru parkir mendapat teguran dari Komarudin.
"Namun juru parkir tidak terima hingga terjadi cekcok mulut yang kemudian mengundang perhatian teman-teman tukang parkir lainnya, dan mengeroyok Kapten Komarudin," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra saat dikonfirmasi, Selasa (11/12/2018).
Tony mengatakan, Komarudin dikeroyok oleh 7 sampai 9 juru parkir. Saat pengeroyokan, melintas seorang anggota TNI AD, yakni Pratu Rivonanda yang merupakan Kesatuan Dronkavser Paspampres dan seketika melerai para juru parkir yang mengeroyok Komarudin.
"Karena melihat jumlah juru parkir melebihi jumlah mereka, Pratu Rivo mengamankan Kapten Komarudin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor," jelasnya.