Suara.com - Warga Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur hingga kini masih resah dengan aksi sweeping yang dilakukan sekelompok orang kemarin malam (11/12/2018). Buntut adanya aksi tersebut, banyak warga sekitar yang tidak berani keluar rumah.
Judisner Sihotang (52), Ketua RW 6 menyampaikan, ada beberapa warganya sampai tak mau pulang ke rumah karena takut menjadi sasaran aksi sweeping sekelompok orang tak dikenal.
"Banyak yang enggak berani keluar. Bahkan ada yang bilang ke saya, bagaimana nih pak RW, anak saya takut pulang karena kondisi seperti ini," kata Judisner menirukan keluhan warga, Rabu (12/12/2018).
Terkait hal ini, Judisner mengimbau agar warganya tetap tenang menghadapi aksi sweeping tersebut. Dia juga meminta agar seluruh warga tak keluar rumah sampai situasi kembali aman.
"Saya sebelumnya memang sudah kasih tahu kalau jangan keluar rumah dulu," jelasnya.
Usut punya usut, aksi sweeping ini merupakan buntut dari kejadian pemukulan salah satu anggota TNI oleh warga setempat. Komplotan orang tersebut ingin mencari warga yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Diketahui, Komarudin (47), anggota TNI AL menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah juru parkir di depan Toko Arundina, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 15.40 WIB.
Setelah kejadian itu, ratusan orang pun mendatangi Mapolsek Cicaras, Jakarta Timur pada Selasa (11/12/2018) malam. Gerombolan orang itu juga membakar kantor polisi dan melakukan perusakan. Bahkan, Kapolsek Kompol Agus Widar turut dianiaya saat massa membakar kantornya.
Kuat dugaan, aksi penyerangan dan pembakaran itu karena massa tak puas dengan penanganan kasus pengeroyokan terhadap Komaruddin yang ditangani Polsek Ciracas.