Wiranto Tegaskan Bisa Lakukan Pendekatan Militer di Papua Usai Penembakan

Pebriansyah Ariefana, Muhammad Yasir

Senin, 17 Desember 2018 | 14:28 WIB
Wiranto Tegaskan Bisa Lakukan Pendekatan Militer di Papua Usai Penembakan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat serah terima jenazah di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat (7/12). [ANTARA FOTO/Evarianus Supar]

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan Indonesia tak menutup kemungkinan untuk melakukan pendekatan militer untuk berantas kelompok bersenjata dalam kasus penembakan di Trans Papua beberapa waktu lalu. Organiasi Papua Merdeka mengaku menjadi dalang dalam penembakan itu.

Wiranto mengatakan menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah kompromi dalam menyelesaikan keberadaan OPM di Papua. Sebanyak 31 pekerja di daerah Nduga, Papua tewas, Minggu (2/12/2018).

"Kami tidak pernah kompromi karena tidak setara dengan kelompok tersebut," kata Wiranto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Wiranto mengatakan pandangan pemerintah tidak menempatkan setara terhadap kelompok yang menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah juga tidak memandang mereka adalah orang khilaf dan tersesat.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara demokratis akan menerima mereka kembali apabila telah sadar dan mengakui selama ini telah tersesat.

"Indonesia sebagai negara demokrasi akan menerima mereka kalau telah sadar, namun tidak ada negosiasi dalam proses ini," ujarnya.

Wiranto mengatakan terbuka peluang bagi pemerintah Indonesia untuk menggunakan pendekatan militer dalam memberantas KKB di Papua. Menurut dia hukum internasional memperbolehkan penggunaan senjata kalau ada kelompok yang melawan pemerintah dengan menggunakan senjata.

Dia menilai kelompok bersenjata yang membunuhi masyarakat tidak berdosa, tidak bisa dilawan hanya langkah persuasif dengan menggunakan kata-kata.

"Ini sudah berlangsung lama. Saya pernah menangani kelompok di Aceh, Kalimantan dan Papua, mereka ketika memegang senjata merasa hebat," tuturnya.

baca juga

Menurut dia, aktivis HAM harus adil melihat dan menilai persoalan di Papua karena jangan sampai KKB yang telah membunuh masyarakat yang sedang membangun di Papua tidak dikatakan pelanggaran HAM.

Karena dia menilai setelah peristiwa di Nduga, tidak ada aktivis HAM yang mengutuk kejadian tersebut, sehingga dirinya mengajak semua anak bangsa untuk membuka mati hati untuk bersama-sama membela NKRI dari rongrongan kelompok bersenjata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Takut Penyisiran TNI, Ribuan Warga Nduga Lari ke Hutan Hadapi Kematian

Takut Penyisiran TNI, Ribuan Warga Nduga Lari ke Hutan Hadapi Kematian

News | Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:35 WIB

OPM dan Gereja di Papua Ungkap 4 Warga Sipil Nduga Tewas Dibom TNI

OPM dan Gereja di Papua Ungkap 4 Warga Sipil Nduga Tewas Dibom TNI

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 17:32 WIB

Usai Penembakan OPM, TNI Berniat Ambil Alih Proyek Trans Papua

Usai Penembakan OPM, TNI Berniat Ambil Alih Proyek Trans Papua

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 21:42 WIB

Ketua DPR Dorong Beri Status Operasi Militer Selain Perang di Papua

Ketua DPR Dorong Beri Status Operasi Militer Selain Perang di Papua

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 15:31 WIB

Perayaan Natal dan Tahun Baru di Timika Papua Terancam Gelap Gulita

Perayaan Natal dan Tahun Baru di Timika Papua Terancam Gelap Gulita

Bisnis | Kamis, 13 Desember 2018 | 13:51 WIB

Terkini

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:18 WIB

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:17 WIB

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:07 WIB

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:02 WIB

4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi

4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:59 WIB

Hasto Ungkap PDIP Sudah Disadap Sejak Tolak Putusan MK yang Loloskan Gibran!

Hasto Ungkap PDIP Sudah Disadap Sejak Tolak Putusan MK yang Loloskan Gibran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:59 WIB

×