Takut Penyisiran TNI, Ribuan Warga Nduga Lari ke Hutan Hadapi Kematian

Tim Liputan Khusus

Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:35 WIB
Takut Penyisiran TNI, Ribuan Warga Nduga Lari ke Hutan Hadapi Kematian
Ilustrasi

Suara.com - Ribuan warga Distrik Mbua, yall, dan Yigi di Papua, mengungsi ke dalam belantara hutan, sejak TNI dan Polri melakukan penyisiran terhadap anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat—sayap militer Organisasi Papua Merdeka.

Pencarian TPNPB-OPM tersebut, setelah kelompok bersenjata itu terlibat kontak senjata di lokasi proyek jalan Trans Papua, 2 Desember 2018.

“Sebagian besar warga yang mengungsi ini adalah jemaat kami,” kata Ketua Sinode Kemah Injil Gereja Masehi (KINGMI) di Tanah Papua, Pendeta Benny Giyai kepada Suara.com, Sabtu (15/12/2018).

Ia menuturkan, terdapat 5 klasis (majelis) di Yigi dan Yall yang mengungsi ke hutan-hutan sejak TNI/Polri melakukan penyisiran.

Kelima klasis tersebut ialah Klasis Yigi Barat berjumlah 6 jemaat; Klasis Yigi 6 jemaat; Klasis Muba 6 jemaat; dan, Klasis Mbulmuyalma 8 jemaat. Itu belum ditambah satu klasis di Mugi, yang jumlah jemaatnya belum bisa dipastikan.

Setiap jemaat, rata-rata diisi 30 sampai 50 kepala keluarga. Karenanya, sedikitnya terdapar 780 kepala keluarga mengungsi.

”Kalau satu keluarga terdapat dua anggota, maka yang mengungsi lebih dari 1.500 orang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Gereja Kingmi adalah denominasi gereja yang mayoritas di Nduga. Sedikitnya terdapat 60.000 anggota Gereja Kingmi di Nduga.

Risiko Kematian

baca juga

Pendeta Benny meminta TNI dan Polri menyetop aksi penyisiran di permukiman warga sipil Nduga. Itu agar ribuan warga yang terpaksa mengungsi bisa kembali.

”Kalau tidak, pengungsi menghadapi risiko kematian di dalam belantara hutan. Bayangkan, di puncak Trikora itu dinginnya bukan main, ini berbahaya,” jelasnya.

Tak hanya itu, hujan deras yang kerap turun juga bisa menyebabkan banyak penyakit menghinggapi warga pengungsi, terutama anak-anak.

”Belum lagi gigitan nyamuk, malaria.”

”Jadi saya minta ke Presiden Jokowi, suruh setop itu operasi militer. Kasih kami kado Natal 2018 yang baik,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TNI Bantu Atasi Masalah Bibir Sumbing di Daerah

TNI Bantu Atasi Masalah Bibir Sumbing di Daerah

Health | Sabtu, 15 Desember 2018 | 03:00 WIB

TNI Janji Seret Prajurit Pembakar Mapolsek Ciracas ke Peradilan Militer

TNI Janji Seret Prajurit Pembakar Mapolsek Ciracas ke Peradilan Militer

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 18:16 WIB

OPM dan Gereja di Papua Ungkap 4 Warga Sipil Nduga Tewas Dibom TNI

OPM dan Gereja di Papua Ungkap 4 Warga Sipil Nduga Tewas Dibom TNI

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 17:32 WIB

Usut Pembakaran Mapolsek Ciracas, TNI Bentuk Tim Investigasi

Usut Pembakaran Mapolsek Ciracas, TNI Bentuk Tim Investigasi

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 16:13 WIB

Terkini

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:06 WIB

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Cara Ampuh Hilangkan Kerak Hitam Lengket di Alas Setrika dengan Bahan Rumahan

Cara Ampuh Hilangkan Kerak Hitam Lengket di Alas Setrika dengan Bahan Rumahan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×