Penjelasan Badan Geologi Terkait Bencana Longsor di Cisolok

Bangun Santoso

Selasa, 01 Januari 2019 | 10:43 WIB
Penjelasan Badan Geologi Terkait Bencana Longsor di Cisolok
Ilustrasi tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Suara.com - Bencana tanah longsor menimpa satu dusun di Kampung Cigaherong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Senin (31/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian itu, dilaporkan ada 107 jiwa terkena longsor.

Terkait kejadian itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, sebelum longsor sempat terjadi hujan yang mengguyur selama beberapa jam.

Akibat kejadian itu, 34 rumah tertimbun longsor, dari 107 korban, dua dinyatakan meninggal dunia, 33 selamat dan sisanya belum diketahui keberadaannya.

Dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (1/1/2019) pagi, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, kondisi daerah bencana merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng terjal hingga sangat terjal. Lokasi bencana pada ketinggian lebih dari 650 hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan di sebelahnya terdapat alur sungai kecil.

Berdasarkan peta Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), daerah bencana sebagian besar masuk ke dalam Zina Kerentanan Gerakan Tanah Menengah-Tinggi. Artinya, daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Sementara, faktor penyebab gerakan tanah atau longsor itu dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, kemiringan lereng yang terjal dan material penyusun lereng bersifat poros dan mudah menyerap air.

Mengingat daerah tersebut masih sangat rawan terjadi gerakan tanah atau longsor dengan kemiringan lereng mencapai 30 derajat, maka tim tanggap darurat akan diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan tiga hal.

Pertama, evaluasi di sekitar lokasi terhadap potensi longsor susulan. Kedua, memberikan rekomendasi teknis penanggulangan di daerah bencana. Ketiga, melakukan sosialisasi langsung di lokasi bencana kepada masyarakat dan aparat pemerintah daerah setempat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Empat Orang Tewas, 34 Rumah Tertimbun Longsor di Sukabumi

Empat Orang Tewas, 34 Rumah Tertimbun Longsor di Sukabumi

News | Senin, 31 Desember 2018 | 22:44 WIB

Satu Kampung di Sukabumi Tertimbun Longsor di Malam Pergantian Tahun

Satu Kampung di Sukabumi Tertimbun Longsor di Malam Pergantian Tahun

News | Senin, 31 Desember 2018 | 21:52 WIB

Penjaja Jasa Foto Keliling di Pantai Karang Hawu Tergerus Zaman

Penjaja Jasa Foto Keliling di Pantai Karang Hawu Tergerus Zaman

Lifestyle | Senin, 31 Desember 2018 | 22:05 WIB

PVMBG: Potensi Tsunami Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kecil

PVMBG: Potensi Tsunami Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kecil

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 12:39 WIB

Berstatus Siaga, Tinggi Gunung Anak Krakatau Turun 228 Meter

Berstatus Siaga, Tinggi Gunung Anak Krakatau Turun 228 Meter

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 11:47 WIB

Terkini

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:21 WIB

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:20 WIB

12 Rekomendasi Hadiah Hari Guru yang Bermanfaat dan Murah, Tetap Berkesan!

12 Rekomendasi Hadiah Hari Guru yang Bermanfaat dan Murah, Tetap Berkesan!

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:17 WIB

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Apa? Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Apa? Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?

Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Anjloknya Penjualan Paksa BMW PHK Ribuan Karyawan

Anjloknya Penjualan Paksa BMW PHK Ribuan Karyawan

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Cara Membersihkan Layar Laptop agar Aman Bebas Gores, Begini Langkah-langkahnya

Cara Membersihkan Layar Laptop agar Aman Bebas Gores, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 15:11 WIB

Bedak Sachet Marcks vs Viva, Mana yang Lebih Ampuh Tahan Minyak Seharian?

Bedak Sachet Marcks vs Viva, Mana yang Lebih Ampuh Tahan Minyak Seharian?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:07 WIB

Arti Kedutan Bibir Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Arti Kedutan Bibir Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:05 WIB

Jangan Hanya Usut Penyadapan, Pakar Minta Bareskrim Telusuri Dugaan Makar

Jangan Hanya Usut Penyadapan, Pakar Minta Bareskrim Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:05 WIB

×