Penjelasan Badan Geologi Terkait Bencana Longsor di Cisolok

Bangun Santoso
Penjelasan Badan Geologi Terkait Bencana Longsor di Cisolok
Ilustrasi tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

107 jiwa dilaporkan terkena longsor di Cisolok, Sukabumi

Suara.com - Bencana tanah longsor menimpa satu dusun di Kampung Cigaherong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Senin (31/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian itu, dilaporkan ada 107 jiwa terkena longsor.

Terkait kejadian itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, sebelum longsor sempat terjadi hujan yang mengguyur selama beberapa jam.

Akibat kejadian itu, 34 rumah tertimbun longsor, dari 107 korban, dua dinyatakan meninggal dunia, 33 selamat dan sisanya belum diketahui keberadaannya.

Dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (1/1/2019) pagi, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, kondisi daerah bencana merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng terjal hingga sangat terjal. Lokasi bencana pada ketinggian lebih dari 650 hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan di sebelahnya terdapat alur sungai kecil.

Berdasarkan peta Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), daerah bencana sebagian besar masuk ke dalam Zina Kerentanan Gerakan Tanah Menengah-Tinggi. Artinya, daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Sementara, faktor penyebab gerakan tanah atau longsor itu dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, kemiringan lereng yang terjal dan material penyusun lereng bersifat poros dan mudah menyerap air.

Mengingat daerah tersebut masih sangat rawan terjadi gerakan tanah atau longsor dengan kemiringan lereng mencapai 30 derajat, maka tim tanggap darurat akan diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan tiga hal.

Pertama, evaluasi di sekitar lokasi terhadap potensi longsor susulan. Kedua, memberikan rekomendasi teknis penanggulangan di daerah bencana. Ketiga, melakukan sosialisasi langsung di lokasi bencana kepada masyarakat dan aparat pemerintah daerah setempat.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS