Harusnya Gratis, RSKM Cilegon Diduga Pungut Biaya Pengobatan Korban Tsunami

Reza Gunadha

Jum'at, 04 Januari 2019 | 20:13 WIB
Harusnya Gratis, RSKM Cilegon Diduga Pungut Biaya Pengobatan Korban Tsunami
Nafis (8) korban tsunami Selat Sunda saat ini dirawat di rumah. [Usman/bantennews.co.id]

Suara.com - Kasus rumah sakit yang diduga memungut biaya pengobatan korban gelombang tsunami Selat Sunda kembali terjadi.

Kali ini terjadi di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon, Banten. RS milik perusahaan PT Krakatau Steel group itu diduga memungut biaya pengobat korban tsunami selama mendapat perawatan.

Adalah dua orang korban tsunami asal Lingkungan Ramanuju Tegal, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Dua korban tsunami itu adalah Nafis (8) dan Danita Handalia (21).

Keluarga korban mengakui keberatan adanya pungutan biaya oleh pihak rumah sakit. Besaran biaya yang harus dikeluarkan pihak keluarga juga mencapai belasan juta rupiah.

“Awalnya Nafis dirawat di rumah sakit Pandeglang kemudian dirujuk ke rumah sakit KS, hanya saat itu enggak dilampirkan surat rujukannya, daftar umum doang. Makanya ini biaya sendiri sudah masuk Rp 10,5 juta dari totalnya Rp17 juta. Yang Rp 5 jutanya masih diproses kata pihak rumah sakit. Adapun kalau yang ditanggung BPJS itu cuma Rp 2,9 juta dari total biaya berobat Rp 17 juta. Jadi saya masih ada tunggakan di rumah sakit itu Rp 5 jutaan,” ujar Muginarto, orangtua Nafis, seperti diberitakan Bantennews—jaringan Suara.com, Jumat (4/1/2019).

Muginarto mengakui, cukup keberatan biaya pengobatan selama di rumah sakit dibebankan ke pihak keluarga dan tidak ditanggung oleh pemerintah. Padahal sebelumnya pemerintah menjanjikan ditanggung keseluruhannya.

“Kan biasanya ditanggung pemerintah kalau musibah bencana. Tapi bagaimana lagi, yang penting anak sehat dululah,” tutupnya.

Tidak hanya dialami keluarga Nafis, hal serupa juga dialami oleh keluarga korban tsunami bernama Danita Handalia. Selama di RSKM Cilegon, pihak keluarga dibebankan untuk membayar rumah sakit sebesar Rp 13 juta.

“Total biaya yang harus dibayar itu Rp13 juta, terus yang ditanggung BPJS itu hanya Rp 2,3 juta. Jadi, sisanya harus bayar sendiri, tapi itu belum kami bayarkan juga sisanya karena keberatan,” kata Dini Panestika, kakak kandung Danita Handalia.

baca juga

Berbeda dengan sang adik yang harus mengeluarkan uang sendiri untuk biaya rumah sakit. Dini Panestika yang juga korban tsunami itu mengungkapkan semua biaya selama ia dirawat di RSKM justru ditanggung oleh perusahaan tempat ia bekerja.

“Kalau untuk biaya berobat saya itu ditanggung semuanya oleh perusahaan, kebetulan saya bekerja di PT KIEC yang merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel, sama seperti RSKM,” jelasnya.

Sementara Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengakui, belum mengetahui adanya korban tsunami yang dirawat di RSKM Cilegon dipungut biaya.

“Belum dengar saya, tapi nanti akan saya cek dan konfirmasi dulu. Seharusnya gratis karena itu kan bencana,” ujar Edi.

Sementara itu hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak RSKM Cilegon terkait adanya pungutan biaya korban tsunami tersebut. Saat wartawan menghubungi manajemen rumah sakit tak ada jawaban.

Berita ini kali pertama diterbitkan Bantennews.co.id dengan judul “RSKM Cilegon Diduga Pungut Biaya Perawatan Korban Tsunami Selat Sunda”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayar Sendiri, Korban Tsunami Selat Sunda Terbelit Utang di RS Cilegon

Bayar Sendiri, Korban Tsunami Selat Sunda Terbelit Utang di RS Cilegon

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 14:07 WIB

Dua Pekan Pasca Tsunami Selat Sunda, 5 Jenazah Dikubur Tanpa Identitas

Dua Pekan Pasca Tsunami Selat Sunda, 5 Jenazah Dikubur Tanpa Identitas

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 13:02 WIB

Begini Detik-detik Ade Jigo Diterjang Tsunami Selat Sunda

Begini Detik-detik Ade Jigo Diterjang Tsunami Selat Sunda

Entertainment | Jum'at, 04 Januari 2019 | 07:57 WIB

Kisah Tragis Matori Usai Dua Pekan Istri dan Anaknya Tewas Ditelan Tsunami

Kisah Tragis Matori Usai Dua Pekan Istri dan Anaknya Tewas Ditelan Tsunami

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 15:34 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×