Disebut Sekelas Badut Hiburan, Sekjen PSI: Terima Kasih Bang Ferdinand

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 11 Januari 2019 | 12:03 WIB
Disebut Sekelas Badut Hiburan, Sekjen PSI: Terima Kasih Bang Ferdinand
Sekjen PSI Raja Juli Antoni saat ditemui wartawan di Polda Metro Jaya. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni enggan terpancing kala mendengar Kepala Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean menyebutnya dengan badut hiburan. Juli memahami Ferdinand memiliki hak untuk menyampaikan itu.

Raja Juli sepertinya tak ingin memperpanjang 'perseteruan' PSI dengan Partai Demokrat. Salah satu contoh yang ditunjukkan Juli ialah kala tidak menyerang balik atas apa yang sudah diucapkan Ferdinand kepadanya. Alih-alih balik menyerang, Juli malah berterima kasih karena disebut badut.

"Terima kasih kepada Ferdinand yang menyebut saya sebagai badut. Beliau berhak mengomentari apa saja tentang saya dan orang lain," kata Juli kepada Suara.com, Jumat (11/1/2018).

Juli kemudian menjelaskan bahwa penilaiannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersifat pandangannya terhadap sosok SBY tanpa bermaksud untuk memberikan kesan negatif.

Sebelumnya Juli sempat menilai kalau sosok SBY tidak mampu mendongkrak elektabilitas Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Yang pasti apa yang saya sampaikan kepada Suara.com sebelumnya adalah pendapat saya yang saya pikir sangat argumentatif," ujarnya.

Oleh karena itu, Juli tidak mau melelahkan diri untuk menanggapi apa yang disampaikan Ferdinand kepadanya. Tangannya selalu terbuka menerima bantahan-bantahan jika memang Partai Demokrat tidak terima dengan pendapat yang sudah disampaikannya.

"Kalau nggak setuju ya silahkan dibantah dengan sebutan badut atau yang lain juga nggak apa-apa. Sekali lagi terima kasih bang Ferdinand," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut Wasekjen Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, Raja Juli Antoni sebagai badut. Pasalnya, Juli dianggap tidak memiliki kapasitas memberikan tanggapan kepada Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Badut tidak mungkin menilai seorang manusia. Raja Juli itu kelasnya badut hiburan tidak mungkin punya kapasitas menilai seorang SBY yang profesor, Jenderal bintang 4 dan presiden 10 tahun," kata Ferdinand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jubir BPN: SBY, Tokoh Penentu Pemenangan Prabowo-Sandiaga

Jubir BPN: SBY, Tokoh Penentu Pemenangan Prabowo-Sandiaga

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 21:48 WIB

Remehkan SBY, Demokrat ke Raja Juli:Biarkan Badut Itu Mengoceh

Remehkan SBY, Demokrat ke Raja Juli:Biarkan Badut Itu Mengoceh

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 20:56 WIB

Jelang Debat, Prabowo - Sandiaga Intensifkan Bertemu SBY

Jelang Debat, Prabowo - Sandiaga Intensifkan Bertemu SBY

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 20:30 WIB

SBY Beri Wejangan Khusus ke Prabowo - Sandiaga Jelang Debat Perdana

SBY Beri Wejangan Khusus ke Prabowo - Sandiaga Jelang Debat Perdana

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 18:02 WIB

Prabowo dan Sandiaga Datang ke Rumah SBY Sembari Salam 2 Jari

Prabowo dan Sandiaga Datang ke Rumah SBY Sembari Salam 2 Jari

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 15:27 WIB

Terkini

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB