Korban Tsunami Selat Sunda Tagih Janji Santunan Uang yang Belum Dikasih

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 15 Januari 2019 | 11:19 WIB
Korban Tsunami Selat Sunda Tagih Janji Santunan Uang yang Belum Dikasih
Ibu dan anaknya yang selamat dari terjangan tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12), pulang ke reruntuhan rumah mereka untuk menyelamatkan barang-barang berharga. [Demy Sanjaya / AFP]

Suara.com - Sejumlah warga korban terdampak tsunami Selat Sunda di desa-desa kawasan pesisir Selatan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung belum menerima santunan bagi anggota keluarga mereka yang meninggal dunia. Mereka menagih janji pemerintah untuk memberikan santunan.

Beberapa warga korban terdampak tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan mengaku belum menerima santunan atas anggota keluarga mereka yang meninggal dunia akibat gelombang tsunami pada Sabtu (22/12/2019) malam lalu.

Sejumlah keluarga korban meninggal itu di antaranya masih menunggui keluarganya yang juga harus dirawat di RSUD dr Bob Bazar, di Kalianda atau masih berada di pengungsian setempat. Menurut mereka, hingga kini santunan untuk keluarga yang meninggal dunia belum diterima. Namun semua biaya selama dirawat di RSUD itu ditanggung oleh pemerintah setempat.

Begitupula yang berada di posko pengungsian, semua kebutuhan sehari-hari terutama makan dan minum dipenuhi oleh pemerintah dengan bantuan satgas dan para relawan serta petugas lapangan terkait.

"Makan dan minum kami mencukupi, tidak kekurangan. Kami juga bisa masak sendiri di pengungsian ini," kata Sanali, salah satu warga korban tsunami yang masih berada di pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

"Sudah didata sebelumnya, anggota keluarga kami ada tiga orang yang meninggal dunia. Tapi belum terima santunan," ujar salah satu keluarga korban tsunami di Lampung Selatan yang meninggal dunia, dan kini masih menunggui keluarga lainnya dirawat di RSUD Bob Bazar Kalianda.

Selain itu, para korban terdampak tsunami di Lampung Selatan yang masih mengungsi umumnya karena rumah mereka mengalami rusak berat itu, sehingga berharap segera mendapatkan kepastian tempat tinggal sementara maupun tempat tinggal permanen bagi mereka selanjutnya.

Umumnya warga itu mengaku bersedia direlokasi dari tempat tinggal semula yang berada di dekat pantai. Namun mereka berharap tidak dipindahkan jauh ke luar dari desa mereka, mengingat selama ini sudah hidup lama dan mencari penghidupan di desa tersebut.

Adapun, update Rekapitulasi Data Korban Tsunami meninggal dunia, luka-luka, pengungsi, dan rumah rusak di Kabupaten Lampung Selatan hingga Senin (14/1/2019) adalah untuk korban jiwa yang meninggal dunia pascatsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018, menjadi 120 orang.

baca juga

Terungkap dalam rapat pemulihan pascatsunami yang digelar Pemkab Lampung Selatan bersama stakeholder terkait dan sejumlah relawan di Aula Krakatau pemkab setempat, Senin (14/1/2019), Staf Ahli Bupati Lamsel Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Priyanto Putro menyatakan, bertambah jumlah korban meninggal dunia dari sebelumnya 118 orang itu, karena ada korban yang sempat dirawat di RSUD dr H Abdul Moeloek Bandarlampung, akhirnya meninggal dunia.

"Dari 120 orang yang meninggal ini, sementara baru 96 orang yang telah tercatat di Disdukcapil. Ini berkaitan dengan pemberian santunan untuk ahli warisnya," kata Priyanto.

Sebelumnya, Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial di Provinsi Banten dan Lampung harus memverifikasi dan memvalidasi data 426 korban meninggal dunia dalam peristiwa tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018. Verifikasi data ini diperlukan untuk pengusulan santunan bagi ahli waris.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat mengatakan, secara simbolis, Kemensos telah menyalurkan santunan ahli waris kepada korban meninggal dunia sebanyak 5 jiwa di Banten dan 4 jiwa di Lampung.

"Sedang didata ulang. Kami harus kerja sama dengan polda setempat, Kementerian Kesehatan, dan puskesmas. Datanya ada di mereka, lengkap sama anggota keluarga yang mengambil jenazah korban itu bisa kami telusuri anggota keluarga yang mengambil, bisa jadi itu ahli warisnya," ujar Harry.

Harry mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp15 juta bagi setiap korban meninggal. Pemerintah juga akan membantu merenovasi rumah warga yang rusak. Santunan ahli waris diajukan oleh Dinas Sosial setempat. Selanjutnya, Kemensos akan melakukan proses pendataan dan validasi data korban meninggal untuk diberikan santunan kepada ahli waris korban.

Ia mengatakan, verifikasi dan validasi data korban meninggal untuk mendapatkan santunan dengan menunjukkan sejumlah bukti administrasi kependudukan, kartu keluarga, surat keterangan kematian, serta keterangan saksi. Penyaluran santunan bagi ahli waris korban akan ditransfer melalui rekening bank. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bobol ATM BRI, 2 Pemuda Ini Hanya Bermodalkan Pinset dan Kawat

Bobol ATM BRI, 2 Pemuda Ini Hanya Bermodalkan Pinset dan Kawat

News | Minggu, 13 Januari 2019 | 10:34 WIB

Kuasa Tuhan, Bayi Usia 45 Hari Selamat dari Tsunami Setelah 11 Jam Hilang

Kuasa Tuhan, Bayi Usia 45 Hari Selamat dari Tsunami Setelah 11 Jam Hilang

News | Minggu, 13 Januari 2019 | 06:58 WIB

Sempat Hilang 11 Jam, Bayi Ditemukan Selamat dalam Tsunami Selat Sunda

Sempat Hilang 11 Jam, Bayi Ditemukan Selamat dalam Tsunami Selat Sunda

News | Minggu, 13 Januari 2019 | 05:05 WIB

BMKG Akui Masih Ada Potensi Tsunami di Selat Sunda

BMKG Akui Masih Ada Potensi Tsunami di Selat Sunda

Tekno | Sabtu, 12 Januari 2019 | 20:31 WIB

Epy Kusnandar Terpikir Bikin Yayasan untuk Anak Aa Jimmy

Epy Kusnandar Terpikir Bikin Yayasan untuk Anak Aa Jimmy

Entertainment | Sabtu, 12 Januari 2019 | 18:44 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×