Jokowi Didesak Evaluasi Kinerja Polri Terkait Kasus Novel Baswedan

Bangun Santoso, Walda Marison

Selasa, 15 Januari 2019 | 15:52 WIB
Jokowi Didesak Evaluasi Kinerja Polri Terkait Kasus Novel Baswedan
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi di gedung KPK, Selasa (15/1/2019). (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi secara resmi menyatakan sikap berupa rekomendasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rekomendasi ini merupakan puncak dari banyaknya teror yang menerpa penyidik serta pimpinan KPK.

Diketahui rumah dua pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif kekinian baru saja diteror bom oleh pelaku misterius. Belum lagi kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK, Novel Baswedan yang juga belum terungkap oleh polisi.

"Aksi teror terhadap KPK bukan hal yang baru. Tercatat sejak 2009 KPK sudah menjadi serangan balik koruptor berupa teror," ujar ketua YLBHI, Asfinawati di depan gedung KPK, Selasa(15/1/2019).

Atas rangkaian teror tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi memberikan pernyataan tegas kepada pemerintah agar teror terhadap pimpiman KPK bisa diredam. Rekomendasi tersebut salah satunya ditujukan kepada presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam beberapa poin.

Pertama, mendesak presiden Jokowi agar mengevaluasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia dalam melakukan penyidikan terhadap pembunuhan berencana Novel Baswedan dan kemudian mengambil alih tugas kepolisian dengan membentuk TGPF.

Kedua, memberikan mandat lain kepada TGPF untuk memeriksa seluruh aparat penegak hukum dan aparat lain yang terlibat dalam serangan ataupun pelemahan terhadap KPK, termasuk memberikan rekomendasi tindakan hukum yang tepat.

Ketiga, berkordinasi dan mendesak pimpinan KPK melakukan penyidikan atas dugaan obstruction of justice terkait penyerangan terhadap Novel dan juga pegawai lainya dan juga pimpinan KPK.

Tidak hanya itu, desakan juga diberikan kepada KPK. YLBHI bahkan menekankan agar KPK membentu tim khusus untuk menyelidik dugaan obstruction of justice.

"Membentuk tim khusus secara permanen untuk menangani obstruction of justice. Serta memberikan perlindungan kepada pegawai KPK yang mendapatkan ancaman dalam kerjanya," ujar Asfinawati.

baca juga

Pembacaan rekomendasi itu juga dihadiri beberapa pimpinan KPK. Seperti Alexander Marwata, Laode M Syarif, Basaria Panjaitan dan mantan pimpinan KPK, Abraham Samad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Idrus Marham Didakwa Terima Suap Rp 2 Miliar Lebih

Idrus Marham Didakwa Terima Suap Rp 2 Miliar Lebih

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 13:35 WIB

Suap Proyek Air Minum untuk Korban Bencana, KPK Panggil 2 Pejabat PUPR

Suap Proyek Air Minum untuk Korban Bencana, KPK Panggil 2 Pejabat PUPR

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 11:32 WIB

Namanya Disebut di Persidangan, Mendagri Terseret Kasus Suap Meikarta?

Namanya Disebut di Persidangan, Mendagri Terseret Kasus Suap Meikarta?

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 08:54 WIB

Antisipasi Teror, Polisi Kaji Usulan Pimpinan KPK Bawa Senjata Api

Antisipasi Teror, Polisi Kaji Usulan Pimpinan KPK Bawa Senjata Api

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 08:23 WIB

Mendagri Minta Muluskan Proyek Meikarta, KPK Telisik Faktanya

Mendagri Minta Muluskan Proyek Meikarta, KPK Telisik Faktanya

News | Senin, 14 Januari 2019 | 22:06 WIB

Terkini

Beli Parfum Mykonos Original di Mana? Ini Toko Resminya agar Tak Tertipu Produk Palsu

Beli Parfum Mykonos Original di Mana? Ini Toko Resminya agar Tak Tertipu Produk Palsu

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 14:31 WIB

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:30 WIB

Pelaku Begal Tebet Diduga Kenal Korban, Motor Ditinggal Saat Mau Dijual

Pelaku Begal Tebet Diduga Kenal Korban, Motor Ditinggal Saat Mau Dijual

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:30 WIB

Kenapa Warga Pati Rela ke Jakarta demi RUU Perampasan Aset? Ini Alasannya

Kenapa Warga Pati Rela ke Jakarta demi RUU Perampasan Aset? Ini Alasannya

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:23 WIB

Manga My Crush's Crush jadi Anime TV, Kisahkan Cinta Segitiga yang Berbelit

Manga My Crush's Crush jadi Anime TV, Kisahkan Cinta Segitiga yang Berbelit

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:20 WIB

Jasa Marga Ubah Strategi Bisnis, Jalan Tol Tak Lagi Sekadar Infrastruktur

Jasa Marga Ubah Strategi Bisnis, Jalan Tol Tak Lagi Sekadar Infrastruktur

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 14:17 WIB

Program Tanpa Kompromi: MBG Selalu Punya Alasan untuk Berjalan

Program Tanpa Kompromi: MBG Selalu Punya Alasan untuk Berjalan

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:17 WIB

Tak Ada Kalah - Menang, Perang AS-Iran Justru Alami Jalan Buntu dengan Biaya Militer Membengkak

Tak Ada Kalah - Menang, Perang AS-Iran Justru Alami Jalan Buntu dengan Biaya Militer Membengkak

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:16 WIB

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:15 WIB

3 Rekomendasi Pelembap Tekstur Pudding untuk Sensasi Dingin di Kulit Meradang

3 Rekomendasi Pelembap Tekstur Pudding untuk Sensasi Dingin di Kulit Meradang

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 14:15 WIB

×