Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:20 WIB
Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?
Potret Pabrik Manufaktur (Pexels/Tom Fisk)

Suara.com - Di tengah persaingan ekonomi global, perusahaan multinasional semakin memegang peran penting dalam pembangunan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Kehadiran mereka kerap dipandang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi karena mampu membawa investasi besar, membuka lapangan kerja, hingga mendorong pembangunan industri dan infrastruktur.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul pertanyaan lain yang semakin mendesak: siapa yang menanggung biaya lingkungan dari ekspansi industri besar itu?

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change berjudul The Environmental Impact of Multinational Firms in Africa menyoroti bahwa perusahaan multinasional memang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. Akan tetapi, pertumbuhan itu sering disertai peningkatan emisi karbon, eksploitasi sumber daya alam, hingga tekanan terhadap lingkungan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa wilayah dengan aktivitas perusahaan multinasional tinggi mengalami deforestasi sekitar 24 persen lebih besar dibandingkan wilayah lain. Selain itu, daerah tersebut juga mengalami penurunan keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan.

Fenomena serupa mulai terlihat di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi di sektor pengolahan mineral, manufaktur, hingga kawasan industri terus meningkat, terutama setelah pemerintah mendorong program hilirisasi sumber daya alam.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sektor mineral mencapai Rp989,3 triliun pada kuartal I 2026. Masuknya investasi tersebut membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri.

Namun, pertumbuhan industri juga diikuti berbagai persoalan lingkungan. Sejumlah kawasan industri menghadapi tekanan berupa pencemaran udara, limbah industri, kerusakan hutan, hingga berkurangnya ruang hidup masyarakat sekitar.

Penelitian tersebut menyebut kondisi itu terjadi karena perusahaan multinasional umumnya bergerak di sektor yang intensif terhadap sumber daya alam, seperti pertambangan, manufaktur, dan pertanian skala besar. Di sisi lain, lemahnya regulasi lingkungan di sejumlah negara berkembang membuat wilayah tersebut kerap disebut sebagai “surga polusi” atau pollution haven.

Kondisi itu membuat perusahaan cenderung memindahkan produksi ke negara dengan aturan lingkungan yang lebih longgar demi menekan biaya operasional.

baca juga

Studi lain berjudul Missing Firm Growth in Developing Countries: A Firm-Level Analysis juga menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan sangat dipengaruhi akses pendanaan, kemampuan inovasi, dan kondisi regulasi suatu negara. Regulasi yang lemah dinilai membuat perusahaan besar lebih mudah berkembang tanpa pengawasan lingkungan yang ketat.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah peneliti menilai pemerintah perlu memastikan investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memenuhi standar keberlanjutan lingkungan.

Beberapa negara mulai menerapkan pendekatan tersebut. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan standar keberlanjutan terhadap sejumlah produk impor untuk memastikan proses produksinya tidak merusak lingkungan.

Selain itu, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga transparansi emisi karbon dinilai menjadi aspek penting agar pertumbuhan industri tidak memperparah krisis iklim di masa depan.

Di Indonesia, tantangan terbesar bukan hanya menarik investasi, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan yang dampaknya harus ditanggung masyarakat dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Promo Tanggal Kembar: Saatnya Mengaku, Kita Sedang Menumpuk Bencana Lingkungan

Di Balik Promo Tanggal Kembar: Saatnya Mengaku, Kita Sedang Menumpuk Bencana Lingkungan

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:28 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Terkini

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

×