Pegiat HAM Ragukan Janji Prabowo Ungkap Kasus Penculikan Aktivis 98

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Rabu, 16 Januari 2019 | 15:15 WIB
Pegiat HAM Ragukan Janji Prabowo Ungkap Kasus Penculikan Aktivis 98
Aktivis HAM, Haris Azhar. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Aktivis HAM, Haris Azhar mempertanyakan pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa yang mengatakan Calon Presiden Prabowo Subianto siap membongkar kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu jika menang di Pilpres 2019.

Direktur LSM Lokataru Indonesia itu meragukan kemampuan Prabowo yang ingin mengungkap kasus penculikan aktivis 1998. Sementara nama Prabowo sendiri tercatat sebagai terduga pelanggaran HAM berat terkait kasus penculikan aktivis 1998.

"Caranya bagaimana? kalau bilang mau buktiin, bagaimana caranya, kapan bisa buktiin, berapa lama waktunya?," kata Haris Azhar di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2019).

Haris juga meragukan kapasitas kedua calon presiden baik Joko Widodo (Jokowi) ataupun Prabowo Subianto untuk bisa mengungkap kasus berbagai pelanggaran HAM berat di masa lalu.

"Jokowi lima tahun juga tidak bisa menyelesaikan, makanya saya bilang tidak ada yang pantas (jadi presiden)," tegas Haris.

Oleh karena itu, Haris menyatakan sikap untuk tidak memilih dalam Pilpres 2019 nanti. Ia menganggap golongan putih atau golput yang ia lakukan sebagai bentuk kritik keras terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

"Saya sih bakal golput, tidak memilih dua-duanya, nanti jika tetap ada presiden ya iya, tapi kalau makin signifikan jumlah golput, artinya itu penanda bagi penguasa, bahwa mereka jangan jemawa jadi penguasa, artinya mereka gagal menarik orang untuk memilih mereka," imbuh Haris.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengatakan, Prabowo Subianto akan membongkar kasus penculikan aktivis 1998 untuk meluruskan namanya yang selama ini disebut sebagai terduga pelanggar HAM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inisiator Kamisan: Jokowi-Prabowo Adalah Pelindung dan Pelanggar Kasus HAM

Inisiator Kamisan: Jokowi-Prabowo Adalah Pelindung dan Pelanggar Kasus HAM

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 13:58 WIB

Partai Pendukung Jokowi Tak Percaya Prabowo Akan Mundur Jadi Capres

Partai Pendukung Jokowi Tak Percaya Prabowo Akan Mundur Jadi Capres

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 13:57 WIB

Jokowi Tolak Komentar Pernyataan Prabowo Indonesia Cuma Bisa Perang 3 Hari

Jokowi Tolak Komentar Pernyataan Prabowo Indonesia Cuma Bisa Perang 3 Hari

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 13:33 WIB

Pesan Jokowi ke Prabowo: Jangan Pesimis Lah, Kita Harus Optimis

Pesan Jokowi ke Prabowo: Jangan Pesimis Lah, Kita Harus Optimis

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 13:27 WIB

Pidato Kebangsaan Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu

Pidato Kebangsaan Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 13:27 WIB

Terkini

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

News | Senin, 13 April 2026 | 12:34 WIB

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB