Haris Azhar: Orang Golput Berhak Menuntut Presiden

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Kamis, 17 Januari 2019 | 19:20 WIB
Haris Azhar: Orang Golput Berhak Menuntut Presiden
Direktur Lokataru Haris Azhar saat berkunjung ke Suara.com, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Aktivis HAM Haris Azhar menilai kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang saat ini sedang berdebat tema HAM di Hotel Bidakara, Jakarta memiliki latar belakang yang sama. Karenanya, ia memilih untuk golput pada 17 April mendatang.

Haris menjelaskan pilihannya untuk golput pada pilpres 2019 adalah hak warga negara. Meski mengaku tak akan mencoblos, Haris menganggap warga negara yang memilih golput masih berhak untuk menuntut kepada siapa pun presiden yang terpilih.

"Tiket kita untuk menuntut negara itu dari konstitusi kita sebagai warga negara, bukan tiket yang dari kertas coblos," jelas Haris di acara Facebook Live Suara.com

Terkait hal ini, Direktur LSM Lokataru Foundation itu mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk tidak terlalu ambil pusing dengan pemilihan presiden kali ini. Dia lebih menyarankan warga untuk mempersiapkan diri menerima presiden terpilih nanti.

"Saya mengajak semua warga, kita lebih penting mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan siapa yang akan jadi presiden, bukan sibuk memilih yang mana, atau sibuk menjustifikasi pilihannya masing-masing," kata Haris Azhar saat berkunjung ke Kantor Suara.com, Kamis (17/1/2019).

Haris menilai situasi politik pada masa pemilu saat ini ada sebuah pemaksaan untuk memilih satu dari dua pilihan yang menurutnya sama saja, tidak mementingkan kasus HAM berat masa lalu.

"Hari ini kita dipaksa untuk menjadi pendukung 1 atau pendukung 2, netral tidak boleh, argumentasi dibikinlah macem macem, fitnah tanpa verifikasi. Jadi situasi seperti ini kayak kita ini orang berdosa, jadi kalau tidak pilih 1 dianggap pilih 2, begitu juga sebaliknya, ini menurut saya sudah ajaib," kata Haris Azhar.

Sebelumnya, banyak Aktivis HAM menilai Joko Widodo sebagai pelindung pelanggar HAM karena mengangkat Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, sementara Prabowo Subianto disebut-sebut sebagai terduga pelanggar HAM karena disebut terlibat dalam penculikan aktivis 1998.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kritik Debat Pilpres di Hotel Berbintang, Mahasiswa Aksi di Hotel Bidakara

Kritik Debat Pilpres di Hotel Berbintang, Mahasiswa Aksi di Hotel Bidakara

News | Kamis, 17 Januari 2019 | 19:03 WIB

Pantau Debat Pilpres, Belasan Media Periksa Fakta Klaim Paslon Malam Ini

Pantau Debat Pilpres, Belasan Media Periksa Fakta Klaim Paslon Malam Ini

News | Kamis, 17 Januari 2019 | 18:25 WIB

Empat Skenario yang Mungkin Terjadi saat Debat Capres - Cawapres soal HAM

Empat Skenario yang Mungkin Terjadi saat Debat Capres - Cawapres soal HAM

News | Kamis, 17 Januari 2019 | 16:41 WIB

Prabowo dan Jokowi Sama-sama Punya Amunisi, Debat Capres Bakal Panas?

Prabowo dan Jokowi Sama-sama Punya Amunisi, Debat Capres Bakal Panas?

News | Kamis, 17 Januari 2019 | 08:57 WIB

Debat Capres, Prabowo-Sandi Siapkan 'Senjata' Khusus Lawan Jokowi-Maruf

Debat Capres, Prabowo-Sandi Siapkan 'Senjata' Khusus Lawan Jokowi-Maruf

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 16:17 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

×