Publik Indonesia Paham HAM, Tapi Tak Setuju karena Terkesan Membela LGBT

Pebriansyah Ariefana, Walda Marison

Minggu, 20 Januari 2019 | 17:43 WIB
Publik Indonesia Paham HAM, Tapi Tak Setuju karena Terkesan Membela LGBT
Ilustrasi LGBT, Penyimpangan Seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil penelitian kelompok Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) menyatakan sebagian masyarakat Indonesia paham soal hak asasi manusia atua HAM. Namun mereka tidak setuju HAM untuk membela kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender.

Para peneliti P2D melakukan survei terkait tingkat pengetahuan kultur HAM di Indonesia. Survei tersebut melibatkan 2.040 responden dari 34 Provinsi di Indonesia baik desa maupun perkotaan. Metode yang digunakan stratified random sampling dengan margin of error sebesar 2,3 persen di tingkat konfiden 95 persen.

Survei itu dilakukan berdasarkan tiga indikator dasar yaitu pemahaman atau kognisi, sensibilitas atau kepekaan nurani, dan tindakan atau modus. Wawancara yang digunakan tatap muka dengan mendatangi tiap rumah dan pertanyaan langsung dibacakan.

Peneliti P2D sekaligus Dosen Sosiologi UNJ, Robertus Robet, mengatakan jika tingkat kognitif atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang pengertian HAM terbilang tinggi. Hal itu dikatakanya dalam acara diskusi di rumah makan Tjikini lima, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/1/2019).

"79 persen tahu apa itu HAM. Kalau kita lihat apakah dalam konstitusi kita sudah mengakomodasi HAM, 72 persen mengatakan sudah. Apakah menjamin HAM warga merupakan tugas negara? 91 persen menjawab iya. Artinya kesadaran individu soal HAM kuat," ujarnya.

Dia pun memaparkan lagi hasil penelitian yang dilakukan selama Oktober 2018 itu. Sebanyak 46 persen responden pun menyatakan bahwa HAM telah sejalan dengan tradisi kebiasaan di lingkungannya dan 41 persen menjawab agak sesuai.

Namun yang mencengangkan adalah banyak masyarakat Indonesia paham soa HAM namun tidak paham fungsi Komnas HAM. Hal itu terlihat dari angka perbandingan yang pihaknya dapati.

"62 persen tahu, 38 persen tidak. Apakah tahu tugas Komnas HAM, 85 persen tidak dan hanya 15 persen yang tahu," jelasnya.

Lebih lanjut, Sebanyak 51 persen responden tidak setuju dan 22 persen kurang setuju dengan keberadaan LGBT, lalu 77 persen pun menolak HAM karena terkesan pasang badan soal LGBT. Sementara itu sebanyak 31 persen responden setuju juga setuju soal hukuman mati dan 31 persen menyatakan agak setuju.

baca juga

Hal ini sangat beranding terbalik dengan sikap masyarakat soal HAM. Pasalnya 43 persen orang mengatakan HAM adalah hak untuk hidup dan 22 persen menjawab kebebasan memilih keyakinan dan agama, kesamaan di hadapan pemerintah dan hukum, mendapatkan pendidikan yang layak.

"Jadi mayoritas kita tahu apa itu HAM, apa itu hak hidup, tapi secara paradoktikal juga setuju hukuman mati," terangnya.

Kesimpulan yang mereka tangkap dari penilitain ini yakni masyarakat Indonesia sadar bahwa HAM itu penting. Namun menolak hak yang dijamin HAM yakni kebebasan Individu.

"Jadi HAM kita itu tumbuh dalam gagasan berkembang, akademik hadir, tapi dia tumbuh tanpa pendasaran normatif, tanpa disertai pengakuan hak individual," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Debat Capres, HRWG: Penuntasan Kasus HAM Cuma Jadi Komoditas Politik

Debat Capres, HRWG: Penuntasan Kasus HAM Cuma Jadi Komoditas Politik

News | Jum'at, 18 Januari 2019 | 21:39 WIB

Berantas Terorisme, Ma'ruf Amin: Kami Lebih Mengutamakan Pencegahan

Berantas Terorisme, Ma'ruf Amin: Kami Lebih Mengutamakan Pencegahan

News | Kamis, 17 Januari 2019 | 21:45 WIB

Empat Skenario yang Mungkin Terjadi saat Debat Capres - Cawapres soal HAM

Empat Skenario yang Mungkin Terjadi saat Debat Capres - Cawapres soal HAM

News | Kamis, 17 Januari 2019 | 16:41 WIB

Jokowi dan Prabowo Sama Saja, Pegiat HAM Pilih Golput di Pilpres 2019

Jokowi dan Prabowo Sama Saja, Pegiat HAM Pilih Golput di Pilpres 2019

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 20:00 WIB

Terkini

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Bertabur Artis Terkenal, Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Segera Digelar!

Bertabur Artis Terkenal, Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Segera Digelar!

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:59 WIB

×