Menko Darmin : Utang Pemerintah Masih Dalam Kondisi Sehat

Vania Rossa, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 24 Januari 2019 | 05:30 WIB
Menko Darmin : Utang Pemerintah Masih Dalam Kondisi Sehat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. [Dok Kemenko Perekonomian]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan utang pemerintah pusat saat ini masih dalam kondisi sehat.

Darmin menyebut penggunaan utang sudah melalui perhitungan-perhitungan yang ada. Sebab kata Darmin, utang pemerintah tersebut digunakan dalam hal positif yang dapat menghasilkan sesuatu.

"Ya masih (sehat). Karena hitung-hitungannya ada. Begini, utang itu "you pakai buat apa?" Kalau utang cuma mau bangun gedung kantor, ya mungkin masalah. Kalau (utang) itu menghasilkan sesuatu, prinsipnya tidak gunakan utang untuk hal konsumtif," ujar Darmin di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Pernyataan Darmin menyusul data total utang pemerintah pusat hingga akhir 2018 mencapai 4.418,30 triliun. Selama tahun 2018, terjadi penambahan utang baru yang dilakukan pemerintah sebesar Rp 423,05 triliun.

Tak hanya itu, Darmin menuturkan angka utang pemerintah tersebut masih dalam kondisi normal dibandingkan negara-negara lainnya.

"Angkanya, itu kita masih dalam range yang menurut ukuran dunia itu masih istilahnya mungkin lebih pas masih dalam range normal," kata dia.

Tak hanya itu, Darmin mengatakan utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 4.418,30 triliun digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Adapun hasil infrastruktur tersebut tidak bisa dirasakan dalam waktu yang instan.

"Begini, hasil infrastruktur itu masih 10-20 tahun lagi. Jadi kalau bangun pelabuhan hasilnya tidak hanya sekarang, 10 tahun lagi. Jalan tol juga, waduk begitu juga. Jadi tidak bisa menghitung begitu saja. Karena ini jangka panjang dampaknya," katanya.

"Yang penting dilihat sekarang, rasio kaya apa sih terhadap kewajiban. Sehingga dikaitkan dengan PDB. Nominal naik, ya iya. Kalau Anda punya warung, Anda tahu ini laku, Anda pinjam untuk bikin lebih bagus kemudian laku, apa masalahnya," tandasnya.

baca juga

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pengelolaan utang dilakukan dengan kehati-hatian, transparan, dan tidak ugal-ugalan.

Pernyataan Sri Mulyani itu merupakan respons terhadap data total utang pemerintah hingga akhir 2018 mencapai Rp 4.418,30 triliun.

"Poin saya, utang adalah alat yang kami gunakan secara berhati-hati dengan bertanggung jawab, dibicarakan secara transparan, bukan ujug-ujug, tidak ugal-ugalan," ujar Sri Mulyani seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Presiden, Rabu (23/1/2019).

Sri Mulyani menuturkan, kondisi utang Indonesia itu masih lebih baik bila dibandingkan negara lain, dengan catatan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,91 persen per Desember 2018. Menurutnya, angka tersebut tidak tinggi dibanding negara-negara lain.

Tak hanya itu, Sri Mulyani menyebut kondisi ekonomi terjaga sehingga berdampak positif pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan menurunkan angka kemiskinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Utang Rp 4.418 Triliun, Sri Mulyani: Kami Kelola Tanpa Ugal-ugalan

Utang Rp 4.418 Triliun, Sri Mulyani: Kami Kelola Tanpa Ugal-ugalan

Bisnis | Rabu, 23 Januari 2019 | 22:16 WIB

IMF Minta Pangkas Utang, Sri Mulyani: Itu Bukan buat Indonesia

IMF Minta Pangkas Utang, Sri Mulyani: Itu Bukan buat Indonesia

Bisnis | Selasa, 22 Januari 2019 | 19:46 WIB

TKN Jokowi: Tanpa Utang Mustahil Negara Bisa Jalankan Pembangunan

TKN Jokowi: Tanpa Utang Mustahil Negara Bisa Jalankan Pembangunan

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 06:09 WIB

Terkini

Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat

Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:48 WIB

Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa

Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya

Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:42 WIB

Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar

Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:26 WIB

Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat

Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:24 WIB

Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta

Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:20 WIB

Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional

Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:07 WIB

Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!

Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:03 WIB

Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan

Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:57 WIB

Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik

Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:50 WIB

×