Jika Dilaporkan Kubu Prabowo, Jokowi Akan Suruh Jan Ethes Datang ke Bawaslu

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
Jika Dilaporkan Kubu Prabowo, Jokowi Akan Suruh Jan Ethes Datang ke Bawaslu
Presiden Joko Widodo menghabiskan hari keempat liburan Idul Fitri 1439 Hijirha, dengan mengajak sang cucu, Jan Ethes Srinarendra , bermain ke salah satu mal di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). [Suara.com/Rambiga]

Jokowi mengaku heran kebersamaan dirinya saat bermain maupun jalan-jalan dengan cucunya dianggap kampanye.

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) curhat dituding melibatkan Jan Ethes, cucu pertamanya dalam kampanye. Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan dari Forum Jatim #01 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

"Lalu seminggu kemarin, soal cucu saya. Masa main sama cucu nggak boleh. Saya juga memiliki anak, masa saya main sama cucu saya nggak boleh," ujar Jokowi di depan ribuan pendukungnya.

Jokowi mengaku heran kebersamaan dirinya saat bermain maupun jalan-jalan dengan cucunya dianggap kampanye cuma karena dirinya maju kembali sebagai Capres petahana di Pemilihan Presiden 2019 bersama Cawapres Ma'ruf Amin.

"Masa saya main bom-bom car sama cucu saya nggak boleh, boleh kan? Masa saya jalan-jalan di Kebun Raya dengan cucu saya nggak boleh, boleh kan? Masa saya nggak boleh foto-foto sama cucu saya, boleh kan," kata Jokowi.

Jokowi bahkan sudah mendengar kebersamaannya dengan cucu akan dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bahkan kata Jokowi, dirinya tak segan-segan mengajak Jan Ethes jika dibutuhkan untuk memberikan keterangan ke Bawaslu.

"Katanya cucu saya mau dilaporkan ke Bawaslu. Ya misalkan dilaporkan ke Bawaslu, nanti saya suruh datang cucu saya. 'Sudahlah tes (Ethes), ke Bawaslu sana'. Paling nanti kalau ditanya, cucu saya belum bisa ngomongnya juga masih grutal gratul. Ini ada-ada saja," kata Jokowi dilanjukan tertawa.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga heran dengan pihak-pihak yang kerap membuat isu dibanding menawarkan program-program dan gagasan di Pemilu 2019.

"Mengapa sih tidak menawarkan program-program, ide-ide. Kenapa tidak menawarkan gagasan-gagasan," tandasnya.

Sebelumnya, kubu Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, meminta Bawaslu mengusut dugaan pelibatan anak-anak dalam kampanye rivalnya, Jokowi – Maruf Amin.

Terkait itu, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menjadi sasaran perundungan banyak orang, lantaran mempersoalkan Jan Ethes yang kerap berada di dekat Presiden sekaligus Capres petahana Jokowi .

Perundungan itu berawal ketika Wakil Ketua MPR RI tersebut mengunggah tulisan di akun Twitter miliknya, @hnurwahid, Jumat (25/1) pekan lalu.

"Ini Jan Ethes yang pernah sebut Jokowi, kakeknya, sebagai artis ya? Tapi bagaimana kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak-anak dalam kampanye? Bagaimana Bawaslu RI, masih bisa berlaku adil kah?” kecam Hidayat Nur Wahid.

Ihwal Hidayat mempersoalkan Jan Ethes dan menuduh balita itu sebagai alat kampanye Jokowi adalah, pemberitaan mengenai Tim Cakra 19—tim bayangan pemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi – Maruf Amin.

Andi Widjajanto, ketua tim tersebut, mengklaim Jokowi – Maruf Amin unggul dalam pertarungan kampanye di media sosial karean faktor Jan Ethes, cucu pertama Jokowi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS