Politisi Demokrat: Ahok Bisa Ditahan di Mako Brimob Kenapa Buni Yani Tidak?

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 02 Februari 2019 | 22:05 WIB
Politisi Demokrat: Ahok Bisa Ditahan di Mako Brimob Kenapa Buni Yani Tidak?
Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengungkapkan kalau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, merupakan pilihan dari Buni Yani dalam menghabiskan hukumannya 1,5 tahun penjara.

"Saya dengar Gunung Sindur itu permintaan dari Buni Yani sendiri ya, beliau meminta ditahan di sana," ujar Ferdinand di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019).

Sebelum dijebloskan Gunung Sindur, Buni Yani sempat mengungkapkan kalau dirinya ingin dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob agar sama dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terkait itu, Ferdinand mengatakan Buni Yani hanya ingin mendapat keadilan atau sama dengan narapidana kasus penodaan agama Ahok.

"Kemudian melihat situasi beliau meminta supaya ditempatkan di Mako Brimob, ya, mungkin itu salah satu cara beliau juga untuk meminta keadilan karena Ahok di(penjara) di Mako Brimob kenapa Buni Yani tidak," sambungnya.

Menurutnya, alasan Buni Yani yang ingin mendekam di Mako Brimob karena pihaknya masih meragukan kalau Ahok benar-benar mendekam di dalam sel Mako Brimob selama dua tahun dikurang masa remisi.

"Tidak pernah tahu kita kebenarannya (Ahok) mendekam di Mako Brimob). Ini kan yang lain kan tentu merasa berhak juga menuntut. Kalau Ahok bisa di Mako Brimob kenapa Buni Yani tidak? Kan ini jadi pertanyaan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang ITE, Buni Yani dieksekusi Kejaksaan Negeri Kota Depok ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019) malam.

Namun, dirinya sempat mengungkapkan keinginannya untuk dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob.

baca juga

Hal itu diungkapkan Buni Yani seusai menjumpai Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jumat (1/2/2019).

Buni sempat menyampaikan pesan bahwa dirinya juga ingin diperlakukan sama seperti warga negara lainnya.

“Apalagi karena dikait-kaitkan dengan perkara pak Ahok, kalau nanti dieksekusi untuk masuk, akan minta juga ke rutan Mako Brimob, biar sama dengan Pak Ahok,” kata Buni Yani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Sindur Jadi Hotel Prodeo Bagi Buni Yani, Ini Alasannya

Gunung Sindur Jadi Hotel Prodeo Bagi Buni Yani, Ini Alasannya

News | Sabtu, 02 Februari 2019 | 20:28 WIB

Buni Yani Dipenjara di Lapas Gunung Sindur, Pengacara: Alhamdulillah

Buni Yani Dipenjara di Lapas Gunung Sindur, Pengacara: Alhamdulillah

News | Sabtu, 02 Februari 2019 | 09:59 WIB

Enggan Dipenjara, Buni Yani akan Ajukan PK

Enggan Dipenjara, Buni Yani akan Ajukan PK

News | Sabtu, 02 Februari 2019 | 06:15 WIB

Buni Yani: Biar seperti Ahok, Saya Maunya Dipenjara di Mako Brimob

Buni Yani: Biar seperti Ahok, Saya Maunya Dipenjara di Mako Brimob

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 22:47 WIB

Dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur, Buni Yani Akan Jalani Masa Orientasi

Dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur, Buni Yani Akan Jalani Masa Orientasi

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 22:41 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×