Penyidik KPK Babak Belur, Fadli Zon: Reputasi Hukum Semakin Buruk

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 04 Februari 2019 | 12:24 WIB
Penyidik KPK Babak Belur, Fadli Zon: Reputasi Hukum Semakin Buruk
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima pengaduan dari Tim Pengacara Muslim (TPM), yang merupakan kuasa hukum narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir, Rabu (23/1/2019). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon prihatin atas kejadian pengeroyokkan yang menimpa dua penyidik KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi saat tengah bertugas. Dua penyidik KPK itu babak balur. Fadli Zon mendukung pelaku pengeroyokan untuk segera diusut.

Fadli Zon mengungkapkan rasa prihatinnya saat mendengar pegawai KPK yang malah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat menjalani tugasnya. Kedua pegawai KPK itu dikeroyok di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019) malam.

"Ini lagi-lagi satu hal yang sangat memperihatinkan ya, para petugas yang sedang menjalankan penegakan hukum diperlakukan seperti itu. Menurut saya itu satu hal yang betul-betul sangat mengejutkan," ungkap Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (4/2/2019).

Fadli Zon menilai peristiwa tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya sebagai negara hukum, kejadian itu malah akan mencoreng reputasi penegakan hukum di Indonesia. Fadli Zon juga mendorong pihak-pihak terkait untuk segera mengusut pelaku di balik penganiayaan tersebut.

Dirinya juga sepakat apabila kasus ini segera dimejakan oleh Komisi III DPR. Fadli Zon meyakini Komisi III DPR RI juga memberikan perhatian kepada kasus tersebut.

"Di negara hukum seperti kita ini akan membuat reputasi hukum kita semakin buruk. Saya kira ini harus diusut lah pelakunya," ujarnya.

"Ya saya kira tentu ini menjadi perhatian dan harusnya menjadi pembahasan nanti," pungkasnya.

Untuk diketahui, dua penyidik KPK yang menjadi korban penganiayaan pelaku misterius terpaksa harus menjalani operasi di rumah sakit karena mengalami luka cukup serius.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, luka-luka yang dialami dua pegawai lembaga antirasuah itu, yakni keretakan di bagian hidung dan robek di bagian wajah. Namun, Febri tak merinci apakah pelaku melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam atau benda tumpul.

baca juga

"Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi. Karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah," kata Febri, Minggu (3/2/2019).

Aksi penganiayaan itu terjadi saat dua penyidik KPK sedang berada di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019) malam. Saat itu keduanya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus korupsi yang dilaporkan masyarakat. Terkait kasus ini, KPK sudah melakukan pelaporan ke Polda Metro Jaya, sore ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentetan Teror ke KPK, Air Keras Novel Sampai Ancaman Pembunuhan

Rentetan Teror ke KPK, Air Keras Novel Sampai Ancaman Pembunuhan

News | Senin, 04 Februari 2019 | 12:03 WIB

Fadli Zon Curiga Penahanan Ahmad Dhani Tak Sah

Fadli Zon Curiga Penahanan Ahmad Dhani Tak Sah

News | Senin, 04 Februari 2019 | 10:40 WIB

Dua Pegawai KPK yang Babak Belur Dianiaya adalah Penyidik KPK

Dua Pegawai KPK yang Babak Belur Dianiaya adalah Penyidik KPK

News | Minggu, 03 Februari 2019 | 18:28 WIB

Tak Pernah Jenguk Ratna Sarumpaet, Fadli Zon: Kami Masih Keki dan Jengkel

Tak Pernah Jenguk Ratna Sarumpaet, Fadli Zon: Kami Masih Keki dan Jengkel

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 20:20 WIB

Skandal Yang Gaji Kamu Siapa Menkominfo Rudiantara, Ini Kata Fadli Zon

Skandal Yang Gaji Kamu Siapa Menkominfo Rudiantara, Ini Kata Fadli Zon

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 18:52 WIB

Terkini

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:19 WIB

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:56 WIB

×