Ibu-ibu Pingsan Saat Kericuhan di Depan Istana, Ini yang Dilakukan Polisi

Dwi Bowo Raharjo | Walda Marison | Suara.com

Kamis, 14 Februari 2019 | 13:39 WIB
Ibu-ibu Pingsan Saat Kericuhan di Depan Istana, Ini yang Dilakukan Polisi
Puluhan massa menuntut Polda Metro Jaya melepaskan 34 buruh Freeport yang ditahan. (Suara.com/Walda)

Suara.com - Koordinator Aksi Pegawai Papua, Hendrik Goni mengatakan ada lima orang ibu-ibu yang pingsan saat terjadi kericuhan saat sejumlah massa tengah melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta Rabu (13/2/2019) malam. Kelima ibu-ibu yang pingsan merupakan karyawan PT Freeport Indonesia yang sudah di PHK.

Mereka pingsan karena diduga terhimpit kericuhan terjadi. Sebagai bentuk solidaritas, mereka melakukan aksi di depan Polda Metro Jaya karena puluhan kawan mereka diamankan pihak kepolisian.

"AMT sempet ada yang jadi korban beberapa ada ibu-ibu pingsan," ujar Hendrik saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Saat pingsan, Hendrik menyebut pihak kepolisian langsung memberikan pertolongan pertama. Sehingga kondisi pendemo yang pingsan bisa ditangani dengan baik.

"Langsung dikasih pengobatan sih sama kepolisian," jelasnya.

Namun yang tidak bisa mereka terima yakni ditahanya 34 mantan pegawai PT Freeport atas kericuhan tersebut. Maka dari itu dia beserta kelompok mahasiswa Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar demonstarsi di depan Polda Metro Jaya untuk menuntut dibebaskanya ke 34 mantan pegawai PT. Freeport itu.

Ke 34 orang buruh Freeport ini merupakan masa yang tergabung dalam perkumpulan karyawan PT Freeport yang mengalami pemecatan sepihak. Mereka telah mendirikan tenda selama hampir 13 hari untuk bisa menyampaikan aspirasinya kepada presiden Joko Widodo.

Peristiwa penahanan mereka berawal ketika rombongan presiden melewati depan istana negara dan lokasi tenda masa buruh Freeport sekitar pukul 18.30 WIB. Namun disaat yang sama, kelompok dari AMT juga sedang melakukan aksi tersebut.

Saat mobil rombongan presiden lewat, kelompok AMT berusaha membarikade jalan dan ingin menemui Jokowi. Namun niat itu dihalangi pasukan Paspampres.

"Sebenarnya mereka (AMT) sudah pernah bertemu pihak istana sebelumnya, tapi mereka karena belum puas atas kesepakatanya mereka aksi lagi dan ketika ada presiden Jokowi lewat mereka memblokade jalan," jelasnya.

Alhasil kericuhan pun tidak bisa dihindarkan. Namun Hendrik mempertanyakan kenapa masa buruh Freeport yang ditahan padahal mereka tidak melalukan perlawanan apa-apa.

"Tapi (pegawai) Freeport tidak melalukan apa-apa. Mereka diam duduk ditenda karena nggak mau terlibat mereka ikut diangkut secara paksa," jelasnya.

Mereka mengaku akan terus menjalankan aksi ini hingga Polda Metro Jaya membebaskan ke 34 masa tersebut. Aksi tersebut akan terus dilakukan didepan pintu utama Polda Metro Jaya.

"Iya mungkin kita aksi sampai kawan kawan kita dibebaskan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HNW Kasihan Mendengar 40 Buruh Freeport Ditangkap Usai Demo di Istana

HNW Kasihan Mendengar 40 Buruh Freeport Ditangkap Usai Demo di Istana

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 13:19 WIB

Hadang Mobil Presiden, Massa Korban PHK AMT Tagih Janji Jokowi

Hadang Mobil Presiden, Massa Korban PHK AMT Tagih Janji Jokowi

News | Rabu, 13 Februari 2019 | 22:07 WIB

Mobil Jokowi Dihadang Massa Aksi, 5 Orang Pingsan akibat Bentrok

Mobil Jokowi Dihadang Massa Aksi, 5 Orang Pingsan akibat Bentrok

News | Rabu, 13 Februari 2019 | 21:20 WIB

Terkini

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB