Diminati Pasar, Kementan Dorong Limbah Pertanian Masuk Pasar Ekspor

MN Yunita

Jum'at, 15 Februari 2019 | 11:09 WIB
Diminati Pasar, Kementan Dorong Limbah Pertanian Masuk Pasar Ekspor
Kepala Barantan RI, Dr Ali Jamil sesaat sebelum melepas ekspor PKE dan Copex di pelabuhan laut Bitung, Sulut. (Dok:Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) lakukan penjaminan kesehatan dan keamanan terhadap limbah produk pertanian yang diminati pasar ekspor yakni Palm Kernel Expeler (PKE) dan Copra Expeller (Copex).

Sebanyak 6.850 MT limbah asal Manado inipun siap dikirim ke Korea Selatan. Sebelumnya, komoditas senilai Rp 17 Miliar tersebut diawasi oleh petugas karantina Manado dan diberikan perlakuan fumigasi dengan PH3 (Phostoxin) sesuai persyaratan phytosanitary dari negara tujuan. "Ini sangat perlu kita dorong, pastikan persyaratan karantina negara tujuan sudah dipenuhi, ini adalah limbah yang jadi berkah," kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian saat lepas ekspor di Pelabuhan Laut Bitung, Sulawesi Utara.

PKE atau Palm Kernel Expeller adalah bungkil kelapa sawit, sedangkan Copex atau Copra Expeller adalah bungkil kelapa. Limbah tersebut akan dimanfaatkan untuk pakan ternak. Karantina memastikan bahwa produk ekspor tersebut bebas dari hama atau serangga yang menjadi target negara tujuan.

Barantan mencatat nilai nasional ekspor kedua komoditas tersebut senilai Rp 1,12 Triliun pada periode 2018 hingga awal Januari 2019. Sedangkan di Sulawesi Utara sendiri ekspor komoditas pertanian pada 2018 mencapai Rp 106,7 Miliar dengan negara tujuan ekspor antara lain India, Korea Selatan, China, Belanda dan Vietnam. Berbagai komoditas ekspor unggulan dari Sulut diantaranya bungkil kelapa, minyak sawit, ampas sawit, minyak kelapa dan tepung kelapa. "Potensinya ekspor disini besar, kita dorong bersama terutama komoditas non migas," ungkap Jamil.

Menurutnya, perdagangan antar negara saat ini tidak lagi dibatasi oleh tarif, komponen utama yang menjadi rujukan internasional yaitu non tariff barriers atau hambatan non tarif salah satunya adalah persyaratan sanitary and phytosanitary (SPS) atau persyaratan kesehatan karantina oleh negara tujuan ekspor.

Selain memberikan jaminan kesehatan, karantina juga melakukan akselerasi atau percepatan ekspor melalui sistem pemeriksaan di Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT ), yaitu pemeriksaan yang dilakukan langsung dilokasi gudang, sehingga dapat memangkas waktu proses dan biaya ekspor. Lokasi IKT sendiri tentunya sudah dilakukan penilaian oleh tim teknis karantina agar memenuhi standar lokasi pemeriksaan karantina.

Dalam acara tersebut, Jamil juga mengajak instansi dan para eksportir untuk bergabung dalam program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Pertanian, Generasi Millenial Bangsa), terutama bagi para kaum muda yang ada di Sulut. Barantan siap memberikan pelatihan SPS guna pemenuhan persyaratan ekspor.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyaksikan penyerahhan surat keputusan IKT pada 8 perusahaan yang sudah dinilai. Jamil berharap adanya IKT dapat menambah semangat eksportasi komoditas pertanian yang ada. "Pokoknya kita permudah, nggak ada yang dipersulit, laporkan kalau ada yang mempersulit, ya," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biomassa dari Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU: Indonesia Butuh Swasembada Energi

Biomassa dari Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU: Indonesia Butuh Swasembada Energi

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 19:35 WIB

Terkini

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

×