Pidato Politik Jokowi Singgung Tanah Negara, Kartu Sakti Hingga Unicorn

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 25 Februari 2019 | 10:00 WIB
Pidato Politik Jokowi Singgung Tanah Negara, Kartu Sakti Hingga Unicorn
Presiden Jokowi di acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan pidato politiknya di acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019) malam.

Di depan para pendukungnya yang mayoritas menggunakan pakaian berwarna putih, Jokowi kembali menyampaikan gagasannya jika kembali menjabat sebagai orang nomor satu di Tanah Air.

Mendengar pidato politik yang disampaikan Jokowi, kapasitas SICC yang mampu menampung 12 ribu orang itu pun langsung riuh menyerukan nama Jokowi.

Lantas apa saja gagasan yang disampaikan Jokowi di hadapan para pendukungnya? Berikut Suara.com mencoba merangkumnya.

1. Tanah Negara

Dalam pidato politiknya, Jokowi kembali menyinggung soal penguasaan tanah negara dengan luas lahan yang cukup besar oleh individu.

Dalam pidatonya, Jokowi membuka tangan selebar-lebarnya jika pemegang lahan negara ingin mengembalikan lahannya.

"Jika ada konsesi besar yang mau mengembalikan tanah ke negara. Saya ulang, kalau ada yang ingin mengembalikan konsesinya kepada negara. Saya ulang, jadi kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu, saya tunggu, saya tunggu sekarang, dan akan saya bagikan untuk rakyat, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan," kata Jokowi.

Ucapan yang dikatakan Jokowi berulang-ulang tersebut disambut oleh puluhan ribu pendukungnya yang memenuhi SICC dengan teriakan "Balikin! Balikin!".

Seperti diketahui, pada debat capres kedua 17 Februari lalu, Jokowi sempat menyinggung lahan yang dikuasai capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Prabowo dianggap memiliki lahan luas meski statusnya Hak Guna Usaha di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur.

Saat itu Prabowo berjanji akan mengembalikan tanah tersebut jika diminta oleh negara. Ketua Umum Partai Gerindra ini menyebut tanah tersebut lebih baik ia kelola ketimbang dimiliki oleh pihak asing.

2. Kartu Sakti

Dalam pidato politiknya, Jokowi menjanjikan 3 "Kartu Sakti" baru yaitu Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra-Kerja.

KIP-Kuliah akan ditujukan untuk membantu biaya pendidikan anak Indonesia hingga ke tingkat perguruan tinggi.

Kartu ini adalah pembaruan dari KIP yang selama ini sudah digunakan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kartu kedua adalah Kartu Sembako Murah yang ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga agar semua rakyat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dapurnya.

Ketiga adalah Kartu Pra Kerja, kartu ini ditujukan untuk memfasilitasi pelatihan bagi para pencari kerja.

Ketiga kartu ini disebut Jokowi akan melengkapi tiga kartu sebelumnya yang sudah dijalankan, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Tetapi, semua hal tersebut tidaklah cukup. Saya ingin melakukan lebih banyak lagi untuk kesejahteraan rakyat," ucap Jokowi.

3. Unicorn Kebanggaan Indonesia

Jokowi kembali membanggakan perusahaan yang sudah menyandang status unicorn di Indonesia. Jokowi menyebut Indonesia mempunyai perusahaan unicorn terbanyak di Asia Tenggara.

Jokowi mengatakan, perusahaan unicorn di tanah air sangat berperan memberikan kesempatan bagi usaha kecil menengah untuk masuk ke pasar global.

"Indonesia memiliki unicorn terbanyak di Asia Tenggara yang telah memberikan manfaat bagi jutaan usaha kecil untuk masuk pasar nasional regional serta global," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menuturkan, selama empat tahun memimpin Indonesia di periode pertama, dirinya sudah memberikan beasiswa bagi pelaku perusahaan startup untuk berkembang.

Selanjutnya, jika terpilih kembali menjadi presiden pada Pilpres 17 April mendatang, Jokowi berjanji akan menggencarkan beasiswa bagi pelaku startup di Indonesia.

"Dan kita targetkan hingga 20.000 orang di 2020 nanti. Saya yakin akan semakin banyak startup yang lahir di Indonesia melalui berjejaring, bertukar pikiran, dan diskusi ide dan saling percaya bekerja sama," tutupnya.

Untuk diketahui, startup unicorn adalah startup yang telah memiliki nilai valuasi mencapai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 14 triliun.

Di Indonesia ada empat startup unicorn dari total tujuh startup unicorn di ASEAN, yakni BukaLapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Pranowo Tolak Dinyatakan Bersalah Ajak Kepala Daerah Dukung Jokowi

Ganjar Pranowo Tolak Dinyatakan Bersalah Ajak Kepala Daerah Dukung Jokowi

News | Senin, 25 Februari 2019 | 09:22 WIB

Tol Langit, Proyek Jokowi yang Dimaksud Maruf Amin

Tol Langit, Proyek Jokowi yang Dimaksud Maruf Amin

News | Senin, 25 Februari 2019 | 07:49 WIB

3 Kartu Sakti Jadi Janji Manis Jokowi dalam Pidato Kebangsaan

3 Kartu Sakti Jadi Janji Manis Jokowi dalam Pidato Kebangsaan

News | Minggu, 24 Februari 2019 | 23:50 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB