Emak-emak Ditangkap Kampanye Hitam Jokowi, TKN: Bukan Lihat Emak-emaknya

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 25 Februari 2019 | 18:36 WIB
Emak-emak Ditangkap Kampanye Hitam Jokowi, TKN: Bukan Lihat Emak-emaknya
hasil bidik layar video emak-emak kampanye hitam di Karawang. (istimewa)

Suara.com - Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo - Maruf Amin melaporkan tiga emak-emak ke Polda Jawa Barat. Ketiganya dilaporkan terkait video viral kampanye hitam yang menyebut Jokowi akan melarang adzan dan mensahkan pernikahan sesama jenis jika terpilih.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi - Maruf Amin, Ade Irfan Pulungan menuturkan dirinya bersama TKD akan melaporkan ketiga emak-emak tersebut ke Polda Jabar, Senin (25/2/2019) sore ini. Mereka meminta Polda Jabar bisa mendalami kasus tersebut.

"Kami atas nama Pak Jokowi merasa dirugikan atas hal itu, jadi kita akan melaporkan masalah itu bersama TKD ke Polda Jawa Barat," tutur Irfan saat dihubungi Suara.com, Senin (25/2/2019).

Lebih lanjut, Ade mengatakan pelaporan tersebut tidak semata-mata ditujukan kepada emak-emak yang terlibat di dalam video viral tersebut. Melainkan, kata Ade pihaknya juga meminta kepolisian bisa mengungkap atas dugaan adanya aktor intelektual di balik video viral tersebut.

"Pertama begini, kita melihat bukan ibu-ibunya tapi adalah perbuatan ibu-ibu tersebut yang diduga apakah berdiri sendiri atau ada aktor intelektualnya? Nah itu juga yang harus ditelusuri," ungkapnya.

Terkait hal itu, Ade mengatakan bersama TKD Jokowi - Maruf Amin telah membawa bukti video untuk memperkuat laporannya. Adapun, pasal yang disangkakan kepada ketiga emak-emak tersebut, yakni Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Tahun 2008.

"Ini saya jelaskan juga kalau laporan ini bukan bentuk kriminalisasi yang terjadi pada seorang biasa. Jangan ada anggapan ini nantinya jadi bentuk kriminalisasi. Nanti ada dugaan atau anggapan, kenapa polisi begitu cepat menindak ini apakah ada sebuah intervensi karena terjadi kepada seorang ibu-ibu jadi di goreng ini adalah bentuk kriminalisasi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Video Emak - emak Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

Detik-detik Video Emak - emak Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

News | Senin, 25 Februari 2019 | 13:25 WIB

TKN Jokowi Buru Dalang Emak-emak Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

TKN Jokowi Buru Dalang Emak-emak Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

News | Senin, 25 Februari 2019 | 12:43 WIB

TKN: Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah, Kampanye Fitnah

TKN: Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah, Kampanye Fitnah

News | Senin, 25 Februari 2019 | 12:28 WIB

Kronologi Emak-emak Ditangkap Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

Kronologi Emak-emak Ditangkap Sebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

News | Senin, 25 Februari 2019 | 12:20 WIB

Tim Prabowo Bela Emak - emak Penyebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

Tim Prabowo Bela Emak - emak Penyebar Isu Jokowi Menang Kawin Sejenis Sah

News | Senin, 25 Februari 2019 | 10:16 WIB

Terkini

Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3

Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:20 WIB

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:10 WIB

Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:55 WIB

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:54 WIB

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:35 WIB

Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI

Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:33 WIB

Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital

Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:15 WIB

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:02 WIB