Panglima TNI Sebut Kesenjangan Pendapatan Jadi Pemicu Gesekan TNI - Polri

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 27 Februari 2019 | 17:44 WIB
Panglima TNI Sebut Kesenjangan Pendapatan Jadi Pemicu Gesekan TNI - Polri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau pengamanan jelang pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8/2018). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Suara.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membeberkan sejumlah penyebab masih terjadinya gesekan antara prajurit TNI dan personel Polri. Salah satunya adanya kesenjangan pendapatan.

"Ada beberapa penyebab masih terjadinya gesekan antara prajurit TNI dan personil Polri, seperti kesenjangan kesejahteraan. Ini terkait perbedaan tunjangan prajurit TNI dan personil Polri," kata Hadi dalam Pleno Khusus Lembaga Pengkajian MPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Hadi menerangkan, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada prajurit TNI agar tidak terkena provokasi yang dapat merugikan institusi.

Menurutnya, perbaikan kesejahteraan prajurit TNI sudah dilakukan pemerintah dengan menaikkan tunjangan, misalnya kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang diberikan tunjangan disesuaikan dengan wilayah tugasnya.

"Kenaikannya dari Rp 900 ribu hingga Rp 1,2 juta tergantung wilayah penempatan. Kalau di wilayah yang sulit transportasi maka mendapatkan langsung Rp 1,2 juta dan apabila di wilayah yang tidak sulit mendapatkan Rp 900 ribu langsung di kirim ke rekening," ujarnya.

Selain itu, upaya peningkatan kesejahteraan prajurit dilakukan dengan pembangunan perumahan dengan kerjasama antara TNI dengan stakeholder lain. Program perumahan tersebut, kata dia, diberikan tenor yang panjang sehingga diharapkan membawa kesejahteraan prajurit.

"Daripada ditabung menunggu bunga maka lebih baik digunakan langsung mengangsur rumah, tiap tahun membangun rumah," katanya.

Lebih jauh Tjahjo mengatakan, penyebab terjadinya gesekan antara TNI-Polri yang kerap terjadi adanya upaya provokasi kepada kedua lembaga.

Hadi menerangkan, TNI memiliki 480.000 prajurit dan personel Polri dengan 440.000, merupakan kekuatan besar sehingga dirinya memprakarsai adanya sinergi kedua institusi.

baca juga

"Hasilnya, perkelahian TNI-Polri turun tajam. Saya dengan Kapolri dekat lahir batin, jadi istilahnya tidak hanya dekat 'casing' saja namun 'sim card' dekat," ujarnya.

Mental oknum TNI-Polri yang tidak baik, kata dia, menjadi penyebab adanya gesekan kedua institusi, misalnya terjadi di cafe pukul 12 malam.

Hadi mengatakan, disiplin oknum yang rendah menyebabkan mereka menyelesaikan masalah tanpa melaporkan kepada komandannya apalagi dilakukan anak muda yang emosinya masih tinggi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Minta Pasukan TNI-Polri Jaga Jakarta Selama Pemilu

Anies Minta Pasukan TNI-Polri Jaga Jakarta Selama Pemilu

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 11:08 WIB

Jadi Ketum Baru, Panglima TNI Ingin PB FORKI Raih Medali Olimpiade 2020

Jadi Ketum Baru, Panglima TNI Ingin PB FORKI Raih Medali Olimpiade 2020

Sport | Minggu, 17 Februari 2019 | 18:36 WIB

Terpilih Jadi Ketua Umum Forki, Hadi Tjahjanto Gantikan Gatot Nurmantyo

Terpilih Jadi Ketua Umum Forki, Hadi Tjahjanto Gantikan Gatot Nurmantyo

Sport | Sabtu, 16 Februari 2019 | 21:57 WIB

Tak Mau Lagi Pimpin Forki Bila Divoting, Gatot: Itu Tidak Pancasilais

Tak Mau Lagi Pimpin Forki Bila Divoting, Gatot: Itu Tidak Pancasilais

Sport | Jum'at, 15 Februari 2019 | 16:47 WIB

Kapuspen Tegaskan Netralitas TNI di Pilpres 2019

Kapuspen Tegaskan Netralitas TNI di Pilpres 2019

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 13:40 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×