India - Pakistan Saling Serang, Artis Bollywood Ramai-ramai Tolak Perang

Reza Gunadha

Kamis, 28 Februari 2019 | 14:37 WIB
India - Pakistan Saling Serang, Artis Bollywood Ramai-ramai Tolak Perang
Mahira Khan dan Shah Rukh Khan. [India Times]

Suara.com - India dan Pakistan, dua negara bertetangga, kembali bersitegang. Bahkan, militer keduanya sudah saling balas serangan sejak dua pekan terakhir. Banyak pihak menilai, India dan Pakistan berada di ambang peperangan terbuka.

Namun, artis-artis beken kedua negara berharap sebaliknya, yakni konflik terbaru itu bisa diselesaikan dalam meja perundingan secara damai.

Mahira Khan, aktris Pakistan yang sering menjadi lawan main aktor Bollywood Shah Rukh Khan, menentang peperangan dengan India.

”Tidak ada yang lebih buruk, tidak ada yang lebih bodoh daripada bersorak untuk perang. Pakistan zindabad,” tulis Mahira Khan melalui akun Twitternya yang dikutip India Times, Rabu (27/2/2019).

Aktris Pakistan lainnya Mawra Hocane, yang menjadi pemeran dalam film Bollywood Sanam Teri Kasam, menegaskan rasa kemanusiaan harus diutamakan ketimbang memilih berperang.

"Sudah saatnya kita memahami ini sebagai manusia. Media perlu mengambil alih dan berhenti menjadi provokator. Adalah tugas kita untuk menanamkan perdamaian. Berdoa untuk perdamaian selalu," tulisnya.

Aktor Fahad Mustafa juga mengharapkan perdamaian, "Perang tidak menentukan siapa yang benar ... Hanya siapa yang tersisa. Katakan tidak pada perang."

Namun, aktor Pakistan Hamza Ali Abbasi melontarkan pernyataan keras terhadap India. Ia menegaskan, militer India harus bertanggung jawab karena banyak pohon yang mati akibat dibom mereka.

“Mereka menjatuhkan bom ke pohon kami yang menjadi martir. Sekarang Pakistan harus membalas,” tulisnya.

baca juga

Sedangkan aktris Pakistan Veena Malik sembari bercanda menyindir militer India yang menjatuhkan banyak bom sehingga pohon-pohon di negerinya tumbang.

”Namaku pohon, dan aku bukan teroris,” tulis Veena Malik.

Untuk diketahui, konflik terbaru ini bermula dari kelompok militan yang bermarkas di Pakistan melakukan aksi bom bunuh diri dan menewaskan 40 paramiliter India, dua pekan lalu.

Serangan tersebut terkonsentasi di daerah Kashmir, kawasan yang sejak lama dipertikaikan oleh India maupun Pakistan.

Sebagai balasan, jet tempur India mengebom satu kawasan di Pakistan yang diklaim mereka sebagai kamp pelatihan militan tersebut pada Selasa (26/2) pagi.

Pakistan lantas membalas dengan menembak jatuh satu jet tempur India dan menahan pilotnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer Pakistan Tangkap Pilot India Lalu Diunggah di Medsos

Militer Pakistan Tangkap Pilot India Lalu Diunggah di Medsos

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 13:40 WIB

Di Ambang Perang, Pakistan Tembak Jet India dan Pertontonkan Pilotnya

Di Ambang Perang, Pakistan Tembak Jet India dan Pertontonkan Pilotnya

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 13:37 WIB

Ketegangan India-Pakistan Ganggu Jalur Pesawat Lintas Benua

Ketegangan India-Pakistan Ganggu Jalur Pesawat Lintas Benua

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 11:24 WIB

Rakyat Bergembira Usai Jet Tempur India Serang Wilayah Pakistan

Rakyat Bergembira Usai Jet Tempur India Serang Wilayah Pakistan

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 16:51 WIB

Makin Memanas, Pakistan Sebut Pesawat India Jatuhkan Hulu Ledak di Kashmir

Makin Memanas, Pakistan Sebut Pesawat India Jatuhkan Hulu Ledak di Kashmir

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 16:40 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×