Rusia Tawarkan Mediasi Konflik India - Pakistan

Bangun Santoso

Jum'at, 01 Maret 2019 | 14:42 WIB
Rusia Tawarkan Mediasi Konflik India - Pakistan
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. ((Sefa Karacan - Anadolu Agency)

Suara.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan, pemerintahannya siap menengahi konflik yang tengah meningkat antara Pakistan dengan India. Lavrov mengeluarkan pernyataan terkait krisis Kashmir antara India dan Pakistan kepada sejumlah jurnalis di ibu kota Moskow.

Menlu Lavrov mengungkapkan, bahwa Rusia menawarkan mediasi dan penyelesaian krisis antara kedua negara tersebut.

"Kami siap menjadi penengah kedua negara jika ada permintaan dari mereka," ujar Lavrov seperti dilansir dari Kantor Berita Anadolu, Jumat (1/3/2019).

Ketegangan antara kedua negara tetangga nuklir itu meningkat setelah pemboman bunuh diri di Jammu dan Kashmir yang menewaskan lebih dari 40 pasukan paramiliter India pada 14 Februari 2019 lalu.

Kelompok militan Jaish-e-Mohammad (JEM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang menurut India mempunyai markas di Pakistan, tuduhan yang kemudian dibantah Islamabad.

Pakistan telah melarang JEM dan menyatakannya sebagai organisasi teroris sejak 2002.

Jammu dan Kashmir, sebuah wilayah di Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sebagian kecil Kashmir juga dikuasai oleh China.

Sejak mereka berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir.

Kelompok-kelompok perlawanan Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

baca juga

Pada Selasa, jet India memasuki wilayah udara Pakistan untuk menargetkan sebuah kamp JEM, mengklaim bahwa mereka telah membunuh sejumlah gerilyawan, sebuah klaim yang dibantah para pejabat Pakistan.

Itu adalah serangan pertama yang dilakukan India terhadap wilayah Pakistan sejak kedua negara berperang pada 1971.

Pakistan pada Rabu mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat militer India yang memasuki wilayahnya dan menangkap seorang pilot.

Helikopter militer India ketiga jatuh di wilayah Kashmir yang dikelola India pada Rabu, menewaskan enam orang di pesawat dan seorang warga sipil di darat, menurut media lokal India NDTV.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menawarkan dialog ke India untuk memadamkan eskalasi yang meningkat antara kedua negara.

Dalam pidatonya yang disiarkan oleh stasiun televisi, Khan mengatakan negaranya terpaksa untuk mengambil tindakan terhadap jet India karena tidak ada negara yang berdaulat yang dapat membiarkan negara lain bertindak seperti hakim, juri dan eksekutor sekaligus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakistan Tutup Wilayah Udara, Ribuan Penumpang Thai Airways Terlantar

Pakistan Tutup Wilayah Udara, Ribuan Penumpang Thai Airways Terlantar

News | Jum'at, 01 Maret 2019 | 08:52 WIB

PBB Diminta Turun Tangan Tengahi Konflik India - Pakistan

PBB Diminta Turun Tangan Tengahi Konflik India - Pakistan

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 16:57 WIB

Tak Ada Gulai Kambing, Resepsi Ricuh, Saling Pukul dan Lempar Kursi

Tak Ada Gulai Kambing, Resepsi Ricuh, Saling Pukul dan Lempar Kursi

Lifestyle | Kamis, 28 Februari 2019 | 17:35 WIB

Kekuatan Dunia Minta India dan Pakistan Tahan Diri

Kekuatan Dunia Minta India dan Pakistan Tahan Diri

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 15:03 WIB

India - Pakistan Saling Serang, Artis Bollywood Ramai-ramai Tolak Perang

India - Pakistan Saling Serang, Artis Bollywood Ramai-ramai Tolak Perang

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 14:37 WIB

Terkini

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB