FACE of JAKARTA: Bertahan di Tanah Warisan Setelah Si Jago Merah Mengamuk

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 04 Maret 2019 | 07:25 WIB
FACE of JAKARTA: Bertahan di Tanah Warisan Setelah Si Jago Merah Mengamuk
Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Kebakaran menjadi 'hantu' bencana di Jakarta. Setengah bencana di Jakarta adalah kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta mencatat ada 692 kebakaran di Jakarta, dari 1.078 kejadian bencana sepanjang 2018. Kejadian itu terus berulang, namun warga korban kebakaran tetap tinggal dikawasan rawan kebakaran.

Bangunan-bangunan rumah mulai didirikan kembali 6 pekan pascakebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Tomang Utara, Jakarta Barat. Bangunan rumah tersebut tampaknya lebih kokoh. Sudah dibangun dengan bata dan semen, bukan kayu seperti saat si jago merah melalap pada Senin (21/1/2019) dini hari.

Adar, warga setempat sudah sepekan merenovasi rumahnya yang hangus. Kakek 70 tahun itu tampak masih kuat dan energik. Demi merenovasi rumahnya, Adar sampai memboyong tukang bangunan dari Garut, Jawa Barat, kampung halamannya. Maklum, mencari tukang bangunan di Jakarta sulit, harus bisa dipecaya.

Adar beserta istrinya, korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)
Adar beserta istrinya, korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Enam pekan lalu, rumah Adar berlantai 3 dengan luas 28 meter persegi hangus dilalap si jago merah. Kini dia harus merogoh kocek hingga Rp 300 juta untuk memperbaiki. Biaya tersebut sudah termasuk untuk membayar jasa tukang.

Uang yang tidak sedikit jumlahnya itu didapatkan Adar dari tabungan dan bantuan, serta mencari pinjaman sana-sini. Semuanya dilakukan agar rumah yang telah dihuninya sejak 1970 itu bisa dihuni kembali oleh keluarganya.

"Ada bantuan dari pemerintah Rp 2 juta dan 15 sak semen. Sisanya pakai uang pribadi ada dari tabungan, ada juga yang kasih bantuan lain. Gak cukup semua pakai pinjaman dulu ke sanak saudara ," ujar Adar ditemui Suara.com, Jumat (1/3/2019).

Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)
Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Dengan biaya perbaikan mencapai ratusan juta, sebetulnya Adar bisa membeli rumah baru di lokasi yang berbeda. Mengingat lokasi rumahnya itu termasuk kawasan padat penduduk yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi peristiwa kebakaran serupa.

Adar pun sadar betul akan adanya risiko kebakaran terulang lantaran lokasi kediamannya di kawasan padat penduduk. Ia juga mengungkapkan, area tempat tinggalnya itu pernah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali pada 1979, 1995, dan 2002.

Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)
Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Beruntung kediaman Adar tersebut tidak terdampak kebakaran pada tiga kali peristiwa sebelumnya. Meski pada akhirnya, rumahnya ikut ludes terbakar pada peritiwa kebakaran Januari 2019.

Adar bersikukuh tetap ingin bertahan menempati rumahnya di kawasan Tomang. Ia juga sudah siap dengan risiko kebakaran yang mengintai dan tidak menutup kemungkinan terjadi kembali.

Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)
Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Alasan tidak bisa meninggalkan usaha dagang kelapa muda hingga faktor nilai sejarah kenangannya bersama keluarga, membuat Adar enggan berpindah hunian ke lokasi lain.

"Pindah ke tempat lain belum tentu bisa usaha di sana, makanya jadi pertimbangan. Berat rasanya pindah sudah dari tahun '70-an, rasanya sudah lebih-lebih dari kampung halaman," kata Adar.

"Bukannya apa-apa, bukannya gak mau pindah. Tapi memang mau bertahan saja di sini, sudah paham risikonya. Tinggal di sini sampai hayat dipanggil badan," sambungnya.

Abdul lahir di rumah yang hangus terbakar

Abdul Mutalib, korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)
Abdul Mutalib, korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Pilihan untuk tetap tinggal di lokasi padat penduduk yang notabenenya berpotensi terjadi kebakaran juga dilakukan oleh Abdul. Lelaki tua 58 tahun itu warga Tomang yang ikut menjadi korban kebakaran awal tahun 2019 itu mengatakan, ia sudah menempati rumahnya sejak ia dilahirkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nenek 70 Tahun Tewas Dalam Kebakaran Rumah Besar di Depok

Nenek 70 Tahun Tewas Dalam Kebakaran Rumah Besar di Depok

News | Minggu, 03 Maret 2019 | 11:16 WIB

Lebih Murah dari Kompetitor, Wuling Almaz Siap Curi Perhatian?

Lebih Murah dari Kompetitor, Wuling Almaz Siap Curi Perhatian?

Otomotif | Jum'at, 01 Maret 2019 | 13:10 WIB

Gubuk Derita di Kolong Jembatan Jakarta, Pergulatan Hidup PSK Pengidap AIDS

Gubuk Derita di Kolong Jembatan Jakarta, Pergulatan Hidup PSK Pengidap AIDS

Liks | Jum'at, 01 Maret 2019 | 07:50 WIB

LSM: Kebakaran Rumah Direktur WALHI di NTB Direncanakan

LSM: Kebakaran Rumah Direktur WALHI di NTB Direncanakan

News | Jum'at, 01 Maret 2019 | 01:00 WIB

Yang Lawas nan Merindu, Berburu Kaset Pita di Jakarta

Yang Lawas nan Merindu, Berburu Kaset Pita di Jakarta

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 19:20 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:02 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:55 WIB

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB