Pemicu Suami Bunuh Istri dan Bayi di Blitar Diduga karena Halusinasi

Bangun Santoso

Senin, 04 Maret 2019 | 12:17 WIB
Pemicu Suami Bunuh Istri dan Bayi di Blitar Diduga karena Halusinasi
Nardian (baju kotak-kotak) ditangkap polisi pada Sabtu malam (16/2) usai membunuh istrinya Sri Dewi (29) dan anak balitanya Vika Nadhira (7 bulan). [Suara.com/Asip Hasani]

Suara.com - Nardi alias Nardian (38), warga Sumbermanggis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur tega membunuh istri dan anak balitanya. Kini ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan tersebut.

Diduga, Nardi membunuh istri dan anak balitanya karena halusinasi.

"Ya benar, kami menerima hasil observasi kejiwaan yang, antara lain, menyinggung masalah pemicu pembunuhan tersebut. Tapi kami, penyidik akan tetap memproses kasus ini," ujar Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, Senin (4/3/2019).

Sebelumnya, dokter spesialis kejiwaan yang sudah memeriksa kejiwaan Nardi di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Dokter Roni Subagyo mengatakan, bahwa Nardi sempat mengaku ada halusinasi sebelum dia membunuh istri dan anaknya.

“Dari observasi psikologi awal, tersangka menunjukkan indikasi gangguan kejiwaan. Saat kita tanya kronologis kejadian, tersangka mengaku melihat bayangan istrinya tengah berselingkuh dengan pria lain,” ujarnya pekan lalu.

Nardi membunuh Sri Dewi (29), istrinya, dan Vika Nadira (7 bulan), anaknya, pada malam hari (16/2) di depan rumah. Dikejar Nardi dengan pisau di tangan, Sri lari keluar rumah. Diduga tidak berani menuruni tangga di depan rumahnya dalam situasi gelap dan hujan deras, beberapa detik kemudian Sri dan Nadira didapati keluarga dan warga tergeletak tewas di hadapan Nardi.

Polisi menyatakan, terdapat sembilan luka tusuk di tubuh Sri dan enam di tubuh balita Vika.

Anissullah mengatakan, polisi hingga kini masih belum bisa mendapatkan banyak keterangan dari Nardi lantaran kondisi kejiwaannya. Pekan lalu, Nardi dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Kabupaten Malang untuk menjalani pengobatan.

"Begitu pihak RSJ menyatakan Nardi bisa dimintai keterangan, maka proses hukumnya akan segera berlanjut," ujar dia.

baca juga

Kontributor : Agus H

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setengah Pemohon SIM C di Blitar Tak Lulus, Polisi Coaching Clinic

Setengah Pemohon SIM C di Blitar Tak Lulus, Polisi Coaching Clinic

News | Senin, 04 Maret 2019 | 10:48 WIB

Minta Dinikahi Resmi, Perempuan di Sumbar Tewas Ditikam Suami Siri

Minta Dinikahi Resmi, Perempuan di Sumbar Tewas Ditikam Suami Siri

News | Senin, 04 Maret 2019 | 09:22 WIB

Kesal Dituduh Mencuri, Ijur Tusuk Ade sampai Tewas di Halaman Kampus

Kesal Dituduh Mencuri, Ijur Tusuk Ade sampai Tewas di Halaman Kampus

News | Sabtu, 02 Maret 2019 | 19:11 WIB

Dilarang Poligami, Muhammad Jaini Bunuh Istrinya Sendiri

Dilarang Poligami, Muhammad Jaini Bunuh Istrinya Sendiri

News | Jum'at, 01 Maret 2019 | 16:36 WIB

Sering Di-bully sampai Diludahi, Huda Bunuh Temannya

Sering Di-bully sampai Diludahi, Huda Bunuh Temannya

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 16:08 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×