Gerak Cepat Gubernur Khofifah Atasi Banjir di Jawa Timur

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 08 Maret 2019 | 09:03 WIB
Gerak Cepat Gubernur Khofifah Atasi Banjir di Jawa Timur
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). [Antara/Siswowidodo]

Suara.com - Belum genap satu bulan menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama wakilnya Emil Dardak harus berjibaku mengatasi banjir besar yang baru saja melanda 15 kabupaten di daerahnya itu. Sejumlah langkah langsung diambil oleh gubernur perempuan itu.

Khofifah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk segera mendatangkan alat berat atau ekskavator untuk membersihkan dan membangun tanggul yang jebol apabila air mulai surut.

Salah satu daerah terparah akibat banjir di Jatim adalah Kabupaten Madiun. Sebab, debit air yang tinggi dari sungai Bengawan Solo di Madiun turun ke sungai jeroan hingga membuat tanggul jebol dan meluap.

"Ini yang harus dilakukan untuk saat ini. Supaya jika ada hujan dengan intensitas tinggi tidak lagi meluap ke perkampungan warga," kata Khofifah seperti dikutip dari Beritajatim.com, usai meninjau tanggul yang jebol serta pengungsi di Kabupaten Madiun, Kamis (7/3/2019).

Sementara itu, untuk keadaan darurat bisa dipakai bronjongan. Sedangkan untuk permanen bisa dibangun plesengan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bertemu para pengungsi banjir di Kabupaten Madiun. (Beritajatim.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bertemu para pengungsi banjir di Kabupaten Madiun. (Beritajatim.com)

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengatakan, banjir terjadi juga lantaran saat ini tidak ada plengsengan yang membatasi antara daerah aliran sungai dengan kawasan daratan perkampungan warga. Bahkan langsung berbatasan langsung dengan rumah warga dan peternakan.

"Kami berharap BBWS Bengawan Solo bisa membuat plesengan di sungai jeroan ini," ujar Khofifah.

Penyebab Banjir Jawa Timur

Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir menyebab lebih dari 12.495 KK terdampak. Sebagian masyarakat sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (7/3/2019) mengatakan, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia telah menyebabkan curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. Salah satunya adalah Jawa Timur hingga menyebabkan banjir besar di daerah itu.

"Masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ini meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah-daerah yang dilalui. Fenomena ini dapat bertahan hingga satu minggu," kata Sutopo.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa menyebabkan curah hujan meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diterjang Banjir Besar, Kantor Bawaslu Ponorogo Lumpuh Total

Diterjang Banjir Besar, Kantor Bawaslu Ponorogo Lumpuh Total

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 08:41 WIB

Penyebab Banjir Terjang 15 Kabupaten di Jawa Timur

Penyebab Banjir Terjang 15 Kabupaten di Jawa Timur

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 08:23 WIB

12.495 KK Terdampak Banjir di 15 Kabupaten di Jatim

12.495 KK Terdampak Banjir di 15 Kabupaten di Jatim

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 06:07 WIB

Banjir Rendam Tol Ngawi - Kertosono, Lalu-lintas Dialihkan

Banjir Rendam Tol Ngawi - Kertosono, Lalu-lintas Dialihkan

Otomotif | Kamis, 07 Maret 2019 | 23:04 WIB

Sebanyak 12.495 Keluarga di Jatim Terdampak Banjir

Sebanyak 12.495 Keluarga di Jatim Terdampak Banjir

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 19:38 WIB

Terkini

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB