Jokowi Jawab Isu Emak-emak soal Legalkan Pernikahan Sejenis: Tidak Akan Ada

Pebriansyah Ariefana
Jokowi Jawab Isu Emak-emak soal Legalkan Pernikahan Sejenis: Tidak Akan Ada
Presiden Joko Widodo. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dia meminta publik tidak termakan isu tersebut. Jokowi menjelaskan jika isu itu fitnah.

Suara.com - Presiden Jokowi menjawab isu jika dirinya menjadi presiden lagi pernikahan sejenis atau pernikahan homoseksual disahkan. Sehingga homoseksual boleh menikah dengan sah atas nama negara.

Jokowi mengatakan isu itu tidak benar. Dia meminta publik tidak termakan isu tersebut. Jokowi menjelaskan jika isu itu fitnah.

"Katanya pemerintah akan melegalkan perkawinan sejenis, itu tidak akan ada. Jangan termakan fitnah," kata Jokowi saat mengunjungi Lapangan Desa Karang Endah, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (8/3/2019).

Jokowi pernah membantah hal ini dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Presiden Jokowi mempertanyakan pertanyakan soal adanya isu pemerintahannya akan melarang suara azan. Jokowi merasa harus merespon isu yang beredar itu. Itu dihembuskan emak-emak di Karawang yang menyatakan Jokowi menang kawin sejenis sah.

"Kita harus berani respons. Misalnya pemerintah akan larang azan. Logikanya masuk atau ngga masuk? Nggak masuk tapi survei kami 9 juta lebih masyarakat percaya. Saya sudah bisik-bisik dengan Kyai Maruf Amin. Bagaimana mencegah ini? Pemerintah juga akan legalkan perkawinan sejenis. Apalagi ini, coba," kata Jokowi saat itu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, jika berita-berita hoaks atau fitnah tidak ditangkal, dapat membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara. Pasalnya kata Jokowi, 9 juta lebih masyarakat mempercayai berita hoaks.

"Kalau hal-hal itu tidak direspons dan kita diam, masyarakat akan termakan. Sekali lagi survei 9 juta lebih masyarakat percaya sehingga kita harus bicara. Kalau yang percaya 20 - 30 kita diamkan nggak papa. Kalau sudah jutaan harus kita jelaskan. Ini kabar berbahaya bagi keutuhan berbangsa dan bernegara," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS