KPU Jamin Penghitungan Suara Tak Terganggu Serangan Hacker

Iwan Supriyatna | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 14 Maret 2019 | 08:37 WIB
KPU Jamin Penghitungan Suara Tak Terganggu Serangan Hacker
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan penghitungan suara tetap bisa berjalan dengan baik meski hacker menyerang sistem KPU secara terus-menerus.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, penghitungan suara yang dilakukan manual membuat serangan-serangan hacker ke sistem tidak mempengaruhi hasil akhir perhitungan.

"Insyaallah tidak, hitungan suara kita itu yang ditetapkan itu adalah yang hasil direkap secara berjenjang dan manual melalui berita acara itu. Jadi andaikan sistem diserang, sama KPU dinyatakan ya itu nggak apa. Pemilunya berdasarkan undang-undang hasil yang direkap manual melalui berita acara yang dipakai," jelas Arief di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Sebelumnya ia berujar bahwa sistem KPU selalu mendapat serangan dari hacker. Berdasarkan IP address diketahui hacker berasal dari dalam dan luar negeri. Meski begitu KPU tidak menyebut pasti di mana lokasi hacker.

"Nanti kalau sudah terbukti sudah ditangkap baru ketahuan siapa, mengapa, bagaimana, motifnya apa," pungkas Arief.

Arief menegaskan, pihaknya tidak ingin sembrono menuduh seseorang atau institusi sebagai hacker yang kerap menyerang sistem KPU.

"IP address-nya ada yang domestik, ada yang dari internasional tapi siapa di balik IP itu, maksudnya orangnya bisa dari mana saja. IP-nya internasional tapi bisa saja orangnya domestik, IP domestik bisa saja IP-nya dari negara lain. Bisa siapa pun, bisa domestik semua, bisa campuran domestik dan internasional," tutur Arief.

Arief berujar, serangan-serangan hacker sudah diterima KPU mulai dari Pemilu sebelumnya tahun 2014.

"Yang jelas KPU menjaga supaya sistem kita aman. Kalau orang kan mau nyerang pasti datang terus tapi kita berupaya membentengi menjaga supaya kita aman. Sampai sekarang web kita ya meskipun kadang-kadang ada yang serang stop dulu sebentar tapi semua masih bisa digunakan," kata Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hacker Dalam dan Luar Negeri Ramai-ramai Serang Sistem KPU

Hacker Dalam dan Luar Negeri Ramai-ramai Serang Sistem KPU

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 08:22 WIB

Amien Rais Ancam Gruduk KPU dan Istana, TKN: Ada Upaya Delegitimasi Pemilu

Amien Rais Ancam Gruduk KPU dan Istana, TKN: Ada Upaya Delegitimasi Pemilu

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 21:55 WIB

KPU: Tiap Jam Kami Diserang Peretas China dan Rusia

KPU: Tiap Jam Kami Diserang Peretas China dan Rusia

Tekno | Rabu, 13 Maret 2019 | 17:14 WIB

Terkini

H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!

H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB