Sawit Indonesia Diganggu, Wapres JK Siapkan Aksi Balasan ke Eropa

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 26 Maret 2019 | 21:16 WIB
Sawit Indonesia Diganggu, Wapres JK Siapkan Aksi Balasan ke Eropa
Wapres Jusuf Kalla. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Uni Eropa lakukan diskriminasi terhadap kelapa minyak sawit Indonesia. Terkait itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pemerintah Indonesia bisa melakukan tindakan balasan atau retalisasi dengan tidak lagi membeli pesawat Airbus.

JK menerangkan, sikap Uni Eropa yang akan menghapus penggunaan biodiesel dari minyak sawit itu merupakan hal yang serius. Pasalnya, belasan juta masyarakat menggantungkan hidupnya dalam bisnis minyak sawit.

“Ini kan bisnis sumber daya alam yang nilai ekspornya, nilai tambahnya besar. Kan gitu. Nilai tambahnya besar, sehingga Indonesia dan pasar eropa itu pasar yang besar,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

“Kalau ini diboikot tentu Indonesia juga dapat mempunyai kekuatan pasar juga, dapat retaliasi kalau memang bukan tidak mau beli, menahan dengan aturan, maka kita juga bisa membuat retaliasi yang sama. Kalau seperti tadi, oke, kita tidak beli Airbus lagi,” sambungnya.

Menurut JK, Uni Eropa memiliki hak untuk membuat aturan hingga melakukan diskriminasi terhadap minyak sawit Indonesia. Tetapi kata dia, Indonesia juga memiliki hak yang sama dengan melakukan retaliasi.

Lebih jauh JK mengatakan, pembatasan penggunaan produk turunan crude palm oil (CPO) untuk biodiesel tersebut jelas merugikan Indonesia. Sebab, selain terbentur dengan masalah korporasi, diskriminasi kepada minyak sawit Indonesia juga berpengaruh kepada 15 juta masyarakat yang bergantung kepada bisnis minyak sawit.

“Kita tidak mengatakan perang dagang, retaliasi saja. Artinya, kalau you larang 10, kita lawan 10 juga,” tuturnya.

Menurutnya, permasalahan semacam itu bisa diselesaikan melalui negosiasi kedua negara atau melalui Organisasi Perdagangan Internasional atau World Trade Organization (WTO) jika memang diperlukan. JK menyebut pemerintah enggan langsung menyerang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Ya biasanya kita bisa selesaikan dengan negosiasi atau lewat WTO kalau memang terpaksa. Ya kita lewati dulu prosedur yang ada, tidak langsung main gebrak saja. Kita semua kan anggota WTO. Jadi lewat itu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JK Tidak Ingat Jokowi Pernah Janji Buyback Indosat

JK Tidak Ingat Jokowi Pernah Janji Buyback Indosat

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 18:35 WIB

Sandiaga Ingin Buyback Indosat, JK: Untungnya Kecil

Sandiaga Ingin Buyback Indosat, JK: Untungnya Kecil

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 17:40 WIB

Targetkan 62 Persen Suara, JK Minta Jokowi - Ma'ruf Tak Lakukan Kesalahan

Targetkan 62 Persen Suara, JK Minta Jokowi - Ma'ruf Tak Lakukan Kesalahan

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 16:00 WIB

Segini Tarif Ideal MRT Jakarta Menurut Jusuf Kalla

Segini Tarif Ideal MRT Jakarta Menurut Jusuf Kalla

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 15:51 WIB

Erwin Aksa Tak Dukung Jokowi: JK: Ingin Persahabatan dengan Sandi Langgeng

Erwin Aksa Tak Dukung Jokowi: JK: Ingin Persahabatan dengan Sandi Langgeng

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 14:49 WIB

Terkini

Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:46 WIB

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:26 WIB

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB