KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan di Kementerian Agama

Chandra Iswinarno, Welly Hidayat

Rabu, 27 Maret 2019 | 10:51 WIB
KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan di Kementerian Agama
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Kementerian Agama (Kemenag), Nur Kholis Setiawan dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan kementerian tersebut.

Nurkholis akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy.

"Kapasitas Nur Kholis sebagai saksi diperiksa untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi, Rabu (27/3/2019).

Selain Nur Kholis, empat angota panitia seleksi juga turut diperiksa yakni Sekretaris Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag Abdurrahman Masud, Anggota Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag Khasan Effendy.

Kemudian, Anggota Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag, Rini Widyantini, Anggota Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag, Kuspriyomurdono. Sedangkan, satu saksi lainnya seorang konsultan bernama Abdul Wahab.

"Kelima orang kami periksa kapasitas sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," ujar Febri

Febri menuturkan penyidik akan menelisik terkait sejumlah seleksi jabatan di Kemenag. Dalam keterlibatan Rommy yang menerima sejumlah uang.

"Didalami terkait proses seleksi dan dugaan pemberian uang pada RMY," tutur Febri.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

baca juga

Selain Rommy, KPK turut menetapkan Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Kasus ini terungkap setelah KPK menangkap Rommy dan dua tersangka lain dalam operasi tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dalam OTT itu, KPK menyita uang sebesar Rp 156 juta. Uang suap tersebut diterima Rommy dari Muafaq dan Haris untuk memuluskan jabatan mereka di kantor wilayah Kemenag, Jawa Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ritualitas Pejabat Kena OTT, Mahfud Contohkan Kasus Suap Romahurmuziy

Ritualitas Pejabat Kena OTT, Mahfud Contohkan Kasus Suap Romahurmuziy

News | Senin, 25 Maret 2019 | 14:07 WIB

Dituding Romahurmuziy soal Jual-Beli Jabatan, Khofifah : Bohong Itu!

Dituding Romahurmuziy soal Jual-Beli Jabatan, Khofifah : Bohong Itu!

News | Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:31 WIB

Rommy Pengap di Rutan, KPK: Tahanan Tak Boleh Dapat Fasilitas Lebih

Rommy Pengap di Rutan, KPK: Tahanan Tak Boleh Dapat Fasilitas Lebih

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 19:48 WIB

Bantah Suap Rommy Masuk ke PPP, Arsul Minta Dahnil Buktikan Omongannya

Bantah Suap Rommy Masuk ke PPP, Arsul Minta Dahnil Buktikan Omongannya

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 21:20 WIB

KPK Bakal Klarifikasi Soal Uang yang Disita di Ruang Kerja Menag Lukman

KPK Bakal Klarifikasi Soal Uang yang Disita di Ruang Kerja Menag Lukman

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 21:13 WIB

Terkini

Hampir 10 Kebakaran Terjadi Sehari di Jakarta, Pramono Ingatkan Pemicu yang Kerap Diabaikan

Hampir 10 Kebakaran Terjadi Sehari di Jakarta, Pramono Ingatkan Pemicu yang Kerap Diabaikan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Dedak Padi Berpotensi Jadi Kemasan Makanan Antibakteri yang Mudah Terurai, Bagaimana Caranya?

Dedak Padi Berpotensi Jadi Kemasan Makanan Antibakteri yang Mudah Terurai, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Ini yang Dilakukan Ferli Hidayat Saat Tragedi Kanjuruhan: Dulu Dicopot Sekarang Jadi Petinggi Polri

Ini yang Dilakukan Ferli Hidayat Saat Tragedi Kanjuruhan: Dulu Dicopot Sekarang Jadi Petinggi Polri

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Jejak Hitam Ferli Hidayat: Dulu Dicopot akibat Tragedi Kanjuruhan, Kini Duduki Kursi Elite Polri

Jejak Hitam Ferli Hidayat: Dulu Dicopot akibat Tragedi Kanjuruhan, Kini Duduki Kursi Elite Polri

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:02 WIB

60 Kepala Daerah Berebut Kawasan Transmigrasi, Siapa Diprioritaskan?

60 Kepala Daerah Berebut Kawasan Transmigrasi, Siapa Diprioritaskan?

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Banding Ditolak, 2 Terdakwa Kasus DJKA Medan Tetap Dihukum 4 dan 5 Tahun Penjara

Banding Ditolak, 2 Terdakwa Kasus DJKA Medan Tetap Dihukum 4 dan 5 Tahun Penjara

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Edan! Ayah di Asahan Rudapaksa Putri Kandung hingga Hamil

Edan! Ayah di Asahan Rudapaksa Putri Kandung hingga Hamil

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Campuran Viva Air Mawar dan Masker Bengkoang untuk Flek Hitam, Begini Caranya

Campuran Viva Air Mawar dan Masker Bengkoang untuk Flek Hitam, Begini Caranya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Sudah dari 2025, DPRD Sebut Pramono Anung Lamban Bertindak Soal Pungutan Paksa PMI

Sudah dari 2025, DPRD Sebut Pramono Anung Lamban Bertindak Soal Pungutan Paksa PMI

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Valuasi OKX Tembus US$25 Miliar, Circle hingga Standard Chartered Ikut Tanam Modal

Valuasi OKX Tembus US$25 Miliar, Circle hingga Standard Chartered Ikut Tanam Modal

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:52 WIB

×