Nenek Irah Difitnah, Fahri Hamzah: Akhiri Rezim Jokowi dengan Damai

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 28 Maret 2019 | 11:57 WIB
Nenek Irah Difitnah, Fahri Hamzah: Akhiri Rezim Jokowi dengan Damai
Nenek Irah. (Antara)

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah murka karena Nenek Irah dituduh mendapat imbalan uang Rp 500 ribu agar bisa memeluk dan mencium kening Capres nomor urut 02 Capres Prabowo Subianto di atas panggung saat kampanye di Nusa Tenggara Barat, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya, tuduhan terhadap Papuk Irah, sapaan Nenek Irah merupakan sebuah fitnah, menyusul adanya bantahan dari Papuk Irah bahwa dirinya menerima uang.

Dalam akun Twitter @Fahrihamzah, Fahri mengatakan adanya fitnah terhadap Papuk Irah mengharuskan rakyat untuk mengakhiri rezim kepemimpinan Capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

Capres Prabowo Subianto (kanan) dipekuk emak-emak di Nusa Tenggara Barat. [Dok. Timses Prabowo]
Capres Prabowo Subianto (kanan) dipekuk emak-emak di Nusa Tenggara Barat. [Dok. Timses Prabowo]

"Persekusi terhadap pendukung @prabowo dan @sandiuno adalah cara bangsa kita mengakhiri kepemimpinan yang bikin kita terluka...pengorbanan #PapuqIrah dan #NenekRoisah korban fitnah takkan sia2...kita akan mengakhiri rezim ini secara damai...," cuit Fahri seperti dikutip Suara.com, Kamis (28/3/2019).

pengakuan emak-emak yang dipeluk Prabowo di NTB (Twitter)
pengakuan emak-emak yang dipeluk Prabowo di NTB (Twitter)

Sebelumnya, Nenek Irah mendadak menjadi terkenal karena peluk Calon Presiden Prabowo Subianto saat kampanye di Nusa Tenggara Barat, Selasa (26/3/2019). Nenek Irah bersumpah tidak menerima uang Rp 500 ribu dari Prabowo. Ia membantah dibayar saat diajak naik ke atas panggung di Lapangan Karang Pule.

"Demi Allah, saya tidak terima uang Rp500 ribu atau dibayar untuk naik panggung sama Prabowo," ujar Nenek Irah.

Menurut Nenek Irah, dirinya menghadiri kampanye terbuka Prabowo di Karang Pule itu atas kemauannya sendiri karena dari dulu ingin bisa melihat Prabowo.

"Saya sempat dilarang menghadiri kampanye Prabowo tersebut sama Ibu Kaling, tapi saya nekat datang sampai di depan panggung karena ingin lihat Prabowo langsung," katanya lagi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nenek Irah: Demi Allah, Saya Tidak Terima Uang Rp 500 Ribu dari Prabowo

Nenek Irah: Demi Allah, Saya Tidak Terima Uang Rp 500 Ribu dari Prabowo

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 07:55 WIB

Gerindra Bantah Bayar Nenek Irah untuk Peluk Prabowo di Mataram

Gerindra Bantah Bayar Nenek Irah untuk Peluk Prabowo di Mataram

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 06:05 WIB

Fahri Hamzah Sebut Jokowi Sudah Telat Lawan Hoaks dan Fitnah

Fahri Hamzah Sebut Jokowi Sudah Telat Lawan Hoaks dan Fitnah

News | Senin, 25 Maret 2019 | 11:37 WIB

Polling Pidato Terbaik Versi Fahri: Prabowo Lebih Berkelas Ketimbang Jokowi

Polling Pidato Terbaik Versi Fahri: Prabowo Lebih Berkelas Ketimbang Jokowi

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:41 WIB

Fahri Hamzah Desak Pemerintah Cairkan Sisa Dana Gempa NTB Rp 1,4 Triliun

Fahri Hamzah Desak Pemerintah Cairkan Sisa Dana Gempa NTB Rp 1,4 Triliun

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 17:52 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×