Cerita Bocah 8 Tahun Lolos dari Penculikan, 5 Jam Susuri Hutan Tengah Malam

Bangun Santoso | Suara.com

Sabtu, 30 Maret 2019 | 15:56 WIB
Cerita Bocah 8 Tahun Lolos dari Penculikan, 5 Jam Susuri Hutan Tengah Malam
Ilustrasi penculikan dan penyekapan (Shutterstock).

Suara.com - Polres Siak, Provinsi Riau, menangkap seorang pelaku penculikan anak. Tersangka tak lain merupakan sahabat dari orang tua korban. Dalam aksinya, tersangka berinisial DN (38) menculik RA, bocah 8 tahun yang sudah menganggap pelaku sebagai paman.

Di balik keberhasilan polisi mengungkap kasus penculikan itu, ada kisah keberanian bocah RA yang berhasil kabur dari penyekapan tersangka. Bahkan, korban melarikan diri dari malam hingga dini hari. Selama berjam-jam menyusuri hutan hingga akhirnya berhasil diselamatkan warga.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, pelaku DN yang sejatinya sudah ditolong oleh keluarga korban itu, kini telah ditahan di Mapolres Siak.

"Pelaku ditangkap di Kecamatan Tualang. Sekarang ditahan di Polres Siak untuk proses lebih lanjut," katanya seperti dilansir dari Riauonline.co.id (jaringan Suara.com).

Sunarto menjelaskan, bahwa aksi penculikan tersebut terjadi di Kecamatan Bungaraya, Siak tengah pekan ini. Tersangka sendiri adalah tetangga korban. Bahkan, orang tua korban yang mengajak tersangka bekerja sebagai petani di kebun miliknya.

Dalam aksi penculikan itu, tersangka sempat mengirim pesan singkat atau SMS kepada orang tua korban dan meminta uang tebusan Rp 100 juta. Namun karena keberanian si anak dengan melarikan diri dalam keadaan tangan terikat serta mulut dibekap, aksi itu gagal total.

Kronologi Kejadian

Korban penculikan anak, yakni RA diketahui adalah seorang murid kelas III SD di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. Anak berusia delapan tahun ini berjalan lebih dari lima jam hingga menemukan rumah warga pada Kamis (28/3/2019) dini hari.

"Perkiraan dia pukul 22.00 WIB ditinggalkan, dilakban mulutnya, kaki tangan diikat lalu berusaha dilepas. Tak tahu dia berada di mana, lalu jalan kaki sampai sekitar pukul 02.00 WIB," kata ayah korban, Jaenal (50) ketika ditemui di rumahnya di Kecamatan Bungaraya, Siak, Kamis.

Menurutnya, pelaku DN adalah sama-sama orang Jawa Barat dan tinggal persis di belakang rumah Jaenal setahun terakhir. Jaenal memberi tumpangan rumah miliknya dan juga memberi kerja menanam palawija di tanah sekitar.

Sesekali pelaku juga diajak Jaenal bekerja serabutan, namun saat ini tak ada lagi. Akhirnya pelaku mengatakan akan pulang ke Jawa pada Selasa (26/03).

Hingga kemudian pada Rabu (27/03) sore, pelaku ternyata masih di Siak dan mengajak korban RA dengan sepeda motor. Korban tak dipaksa dan mengikut saja karena ketika itu bersama anak tiri perempuan pelaku yang berumur 15 tahun.

"Anak tiri pelaku sering main juga di sini, karena dia pamit, dia dititip dua kilometer dari sini. Istrinya di Pekanbaru, dan dia (pelaku) katanya pergi ke Jawa," ungkapnya.

Jaenal menuturkan, ceritanya korban awalnya diajak main ke Siak lalu berhenti, kata pelaku mau ganti baju. Setelah itu berkendara lagi dan berhenti lalu melakban mulut dan mata korban.
Tangan dan kaki bocah RA juga diikat, hingga kemudian ditinggalkan di hutan seorang diri tengah malam.

Korban akhirnya berjalan menyusuri hutan karet hingga melihat rumah warga di Dusun Tumang, Kecamatan Siak. Dia mengetuk pintu minta menumpang duduk dan selanjutnya dilaporkan kepada kepala dusun setempat.

Pada pagi harinya kemudian Kamis (28/03) pukul 06.00 WIB kabar itu diinformasikan ke pihak keluarga. Hingga kemudian pelaku berhasil diringkus Kepolisian Resor Siak pada pukul 10.00 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI dan Suaminya Rekayasa Penculikan Sendiri Demi Uang Tebusan Rp 2,3 M

WNI dan Suaminya Rekayasa Penculikan Sendiri Demi Uang Tebusan Rp 2,3 M

News | Senin, 25 Maret 2019 | 14:57 WIB

4 Sikap Keluarga Korban Penculikan 1998 Tolak Prabowo - Tantang Wiranto

4 Sikap Keluarga Korban Penculikan 1998 Tolak Prabowo - Tantang Wiranto

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 06:50 WIB

Kisah Faisol Reza, Diculik dan Disiksa Sampai Stress Dibuntuti Intel

Kisah Faisol Reza, Diculik dan Disiksa Sampai Stress Dibuntuti Intel

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 06:40 WIB

Keluarga Aktivis 98 yang Hilang Mengadu ke Moeldoko

Keluarga Aktivis 98 yang Hilang Mengadu ke Moeldoko

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 01:05 WIB

Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!

Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:30 WIB

Terkini

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:42 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:34 WIB

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB