Ia menduga, beberapa orang takut, orang-orang kembali pada Islam setelah Perdana Menteri Selandia Baru memberi dukungan pascainsiden terorisme di Christchurch. Selain itu, menurut dugaan Fariz, orang-orang itu juga mencoba menimbun kabar soal warga Palestina, yang masih mengalami pembantaian.
Fariz juga berasumsi bahwa hoaks itu berasal dari orang-orang yang tak setuju dengan Hukum Syariah, meskipun Brunei Darussalam tetap damai dengan diterapkannya hukum tersebut. Terakhir, menurut Fariz, mereka secara tidak bertanggung jawab menggunakan video-video yang tidak sesuai dengan tujuan awalnya untuk menjelek-jelekkan Islam.
Hingga berita ini ditulis, unggahan Fariz ini telah dibagikan lebih dari seribu kali.