Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 14:39 WIB
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
Ada banyak negara yang pro terhadap hubungan sesama jenis atau LGBT (freepik)
baca 10 detik
  • Jaringan ilegal di Inggris memalsukan identitas gay migran demi mendapatkan suaka permanen.

  • Migran membayar ribuan poundsterling untuk dokumen palsu dan pelatihan wawancara imigrasi.

  • Data 2023 menunjukkan lonjakan klaim suaka seksual dari warga Pakistan dan Bangladesh.

Suara.com - Investigasi mendalam mengungkap skema penipuan masif di Inggris yang melibatkan migran asal Pakistan dan Bangladesh demi menghindari deportasi.

Praktik kotor ini dilakukan dengan memanipulasi identitas seksual migran menjadi penyuka sesama jenis agar memenuhi syarat pencari suaka.

Dikutip dari Times Of India, para penasihat imigrasi nakal memungut biaya fantastis demi menyusun narasi palsu yang terlihat meyakinkan di mata otoritas keamanan.

Ilustrasi bendera pelangi LGBT (Unsplash/Raphael Renter)
Ilustrasi bendera pelangi LGBT (Unsplash/Raphael Renter)

Fenomena ini mencoreng integritas sistem imigrasi Inggris yang selama ini memberikan perlindungan bagi kelompok rentan yang sebenarnya.

Keuntungan finansial dan akses fasilitas negara menjadi daya tarik utama bagi para migran untuk menjalani skenario penipuan ini.

Jaringan penasihat hukum ilegal ini mematok tarif hingga £7.000 atau sekitar Rp140 juta untuk satu paket klaim palsu.

Mereka memberikan panduan cara berakting sebagai gay serta menyediakan dokumen pendukung yang direkayasa sedemikian rupa.

Bukti yang disiapkan mencakup tiket acara komunitas tertentu hingga foto-foto di klub malam yang dikondisikan sebagai bukti orientasi seksual.

“Tidak ada pemeriksaan untuk mengetahui apakah orang tersebut gay. Yang utama adalah apa yang Anda katakan. Saya akan memberikan surat dari seseorang yang akan kami lampirkan dengan beberapa foto, dan orang tersebut akan menulis bahwa mereka telah melakukan hubungan seksual fisik dengan Anda,” ungkap seorang penasihat imigrasi.

baca juga

Penasihat tersebut meyakinkan bahwa risiko ini sebanding dengan hasil akhir berupa izin tinggal permanen di Inggris Raya.

Janji Manis Izin Tinggal Tetap

Selain izin tinggal, para migran dijanjikan hak untuk bekerja secara legal dan akses penuh terhadap tunjangan dari pemerintah.

“Aplikasi yang sukses akan sebanding dengan pekerjaan yang terlibat. Anda dapat tinggal di sini dan bekerja dan Anda juga berhak untuk mengklaim tunjangan,” tegas sang penasihat.

Bahkan, jaringan ini menawarkan opsi kepada migran untuk membawa pasangan asli mereka dengan skenario serupa yang tidak masuk akal.

Penasihat tersebut menyarankan agar istri migran dari negara asal juga mengklaim identitas lesbian demi mendapatkan perlindungan hukum yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut

Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:49 WIB

Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran

Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:47 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×