Suara.com - Korban tewas akibat banjir besar di Iran dilaporkan mencapai 62 orang, ujar pejabat setempat pada Rabu(3/4).
Ahmad Shojaei, kepala direktorat kedokteran forensik Iran, mengatakan setidaknya 62 nyawa terenggut sementara 478 lainnya terluka, demikian seperti dilansir Kantor Berita Anadolu, Kamis (4/4/2019).
Provinsi Khuzestan menyatakan kondisi darurat, sementara warga 96 desa di dekat sungai Dez dan sungai Karkheh telah dievakuasi.
Menurut pejabat setempat, banjir menyebabkan kerusakan material senilai 170 juta dolar AS.
Mortaza Salemi, kepala Bulan Sabit Merah Iran, mengatakan sebelumnya bahwa bantuan kemanusiaan telah didistribusikan ke 293 kota dan desa yang dilanda banjir di seluruh negeri.
Hujan lebat, yang tak pernah turun sedemikian deras sebelumnya, mengakibatkan banjir di berbagai wilayah Iran selama dua pekan belakangan. Banyak orang tewas dan ratusan orang cedera sementara banyak orang meninggalkan tempat tinggal mereka di seluruh Iran.
Bencana tersebut terjadi berbarengan dengan musim orang dalam jumlah besar melakukan perjalanan di Iran untuk menghabiskan liburan Nowruz selama dua pekan.
Sebelumnya, Pemimpin Spiritual Revolusi Iran Sayyid Ali Khamenei menekankan perlunya untuk memberi prioritas pada pembangunan kembali daerah yang dilanda banjir.
Saat merujuk kepada banjir baru-baru ini di berbagai provinsi Iran, Khamenei memuji upaya rakyat dan solidaritas mereka. Ia juga mengatakan para pejabat mampu melakukan tindakan utama berkat dukungan rakyat yang mereka terima.