Tawaran itu diyakini lebih mengena dan mampu meraup suara dukungan dari kaum imigran, karena ayah Pete sendiri adalah imigran. “Ayahku adalah imigran dari Malta,” tuturnya.
Sementara sebagai seorang gay, Pete dianggap bisa mengubah pandangan negatif terhadap kaumnya. Sebab, ia adalah veteran AL dan pernah berperang di Afghanistan.
“Aku juga seorang Kristen yang taat,” tukasnya.
Ia meyakini, semua latar belakangnya itu bisa melampaui atau mengalahkan Trump bila diputuskan oleh Demokrat untuk maju sebagai peserta Pilpres 2020.
“Aku adalah lelaki gay dari Indiana, maka aku tahu cara menghadapi penindas,” tegasnya.
Jika ia lolos konvensi Demokrat dan mampu mengalahkan Trump, maka ia bakal dilantik sebagai Presiden AS pada usia 39 tahun.
Karenanya, ia akan menjadi presiden termuda dalam sejarah AS, dan menjadi kaum milenial pertama yang menjadi pemimpin negara.
Dia juga bakal mencatatkan sejarah khusus, yakni menjadi gay pertama yang menjadi presiden. Sementara suaminya, Chasten Glezman, akan menjadi “Ayah Negara” pertama di AS.