Charta Politika: PDIP dan Gerindra Dapat Efek Ekor Jas Signifikan

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 04 April 2019 | 16:30 WIB
Charta Politika: PDIP dan Gerindra Dapat Efek Ekor Jas Signifikan
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri. (Suara.com/Ummi Hadyah saleh)

Suara.com - PDI Perjuangan dan Partai Gerindra mendapatkan efek ekor jas paling signifikan di Pemilu 2019. Itu dikarena figur kader yang diusung dalam Pilpres 2019. Itu berdasarkan survei Charta Politika.

Di Pemilu 2014, elektabilitas PDIP sebesar 18,9 persen namun jumlahnya meningkat berdasarkan survei Charta 19-25 Maret 2019, yaitu sebesar 25,3 persen. Sementara Partai Gerindra di Pemilu 2014, elektabilitasnya sebesar 11,8 persen namun jumlahnya meningkatkan berdasarkan survei Charta 19-25 Maret 2019 yaitu 16,2 persen.

"PDIP dan Partai Gerindra mendapatkan efek ekor jas paling signifikan karena figur kadernya yang diusung maju dalam kontestasi Pemilu Presiden 2019," kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

"Kenaikan signifikan Gerindra dipengaruhi Prabowo dan Sandi yang menjadi capres-cawapres," ujarnya.

Muslimin mengatakan PPP menjadi partai politik yang memiliki trend menurun elektabilitasnya apabila dilihat dari tiga survei Charta Politika.

Berdasarkan data Charta Politika, survei tanggal 22 Desember 2018-2 Januari 2019 elektabilitas parpol, yaitu PKB 8,1 persen, Gerindra 15,2 persen, PDIP 25,2 persen, Golkar 9 persen, Nasdem 5,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Berkarya 0,3 persen, PKS 4,2 persen, Perindo 2,7 persen, PPP 4,3 persen, PSI 1,5 persen, PAN 2,6 persen, Hanura 0,6 persen, Demokrat 4,5 persen, PBB 0,4 persen, dan PKPI 0,1 persen.

Survei Charta Politika tanggal 1-9 Maret 2019 elektabilitas parpol, yaitu PKB 7,2 persen, Gerindra 15,7 persen, PDIP 24,8 persen, Golkar 9,8 persen, Nasdem 4,9 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Berkarya 0,4 persen, PKS 4,1 persen, Perindo 1,3 persen, PPP 3,6 persen, PSI 1,4 persen, PAN 3,2 persen, Hanura 0,8 persen, Demokrat 5,1 persen, PBB 0,4 persen, dan PKPI 0,3 persen.

Survei Charta Politika tanggal 19-25 Maret 2019, elektabilitas parpol, yaitu PKB 8,5 persen, Gerindra 16,2 persen persen, PDIP 25,3 persen, Golkar 11,3 persen, Nasdem 5,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, Berkarya 0,1 persen, PKS 5 persen, Perindo 2 persen, PPP 2,4 persen, PSI 2,2 persen, PAN 3,3 persen, Hanura 1 persen, Demokrat 5,2 persen, PBB 0,5 persen, dan PKPI 0,2 persen.

Survei Charta Politika dilakukan pada 19-25 Maret 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 2.000 responsen di 34 provinsi.

Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Sidang, Terdakwa Hoaks Surat Suara Tercoblos Acungkan Salam 2 Jari

Sebelum Sidang, Terdakwa Hoaks Surat Suara Tercoblos Acungkan Salam 2 Jari

News | Kamis, 04 April 2019 | 16:26 WIB

Charta Politika: Prabowo, Ketua Umum Partai yang Paling Disukai Publik

Charta Politika: Prabowo, Ketua Umum Partai yang Paling Disukai Publik

News | Kamis, 04 April 2019 | 16:12 WIB

Kampanye di Garut, Maruf Amin: Dulu Kalah, Serang Harus Menang

Kampanye di Garut, Maruf Amin: Dulu Kalah, Serang Harus Menang

News | Kamis, 04 April 2019 | 15:46 WIB

Unggul di Survei Roy Morgan, Erick Tohir: Rakyat Akui Keberhasilan Jokowi

Unggul di Survei Roy Morgan, Erick Tohir: Rakyat Akui Keberhasilan Jokowi

News | Kamis, 04 April 2019 | 15:25 WIB

TKN: Pemilih Galau akan Pilih Jokowi - Ma'ruf

TKN: Pemilih Galau akan Pilih Jokowi - Ma'ruf

News | Kamis, 04 April 2019 | 09:08 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:02 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:55 WIB

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB