Donald Trump Resmi Nyatakan Pasukan Pengawal Revolusi Iran sebagai Teroris

Reza Gunadha

Selasa, 09 April 2019 | 13:44 WIB
Donald Trump Resmi Nyatakan Pasukan Pengawal Revolusi Iran sebagai Teroris
Pasukan Pengawal Revolusi Iran tengah berdoa. [DW]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kebijakan kontroversial, yakni menyatakan pasukan elite Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Kebijakan itu adalah kali pertama AS melabeli militer resmi negara lain sebagai kelompok teroris. Trump mengumumkan kebijakan itu pada hari Senin (8/4).

Sebagai balasan, Iran mengeluarkan kebijakan yang menyatakan AS sebagai sponsor nomor satu negara teroris.

Iran juga melabeli tentara AS sebagai kelompok teroris, yang gemar melakukan invasi ke negara-negara lain atas nama menyebar demokrasi.

”Kami mengutuk keputusan AS. Itu adalah tindakan ilegal karena kami berhasil memerangi ISIS,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran yang ditayangkan di televisi nasional dan dikutip Al Jazeera, Selasa (9/4/2019).

AS sejak lama memasukkan sejumlah kelompok dan orang-orang yang diklaim berafiliasi dengan IRGC, dalam daftar hitam. Namun, AS sebelum era Trump tak pernah memasukkan IRGC ke daftar hitam.

Kebijakan Trump tersebut berdampak pada perekonomian Iran, karena AS bakal meningkatkan tekanan keuangan negeri para Mullah tersebut.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan awal pekan ini, Trump mengatakan, “Iran bukan hanya sponsor negara terorisme, tetapi IRGC secara aktif berpartisipasi dalam membiayai, dan mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan".

Ia juga mengancam negara-negara lain yang berani berbisnis dengan Iran maupun menjalin kerjasama kemiliteran bersama IRGC.

“Jika anda melakukan bisnis dengan IRGC, maka Anda akan membiayai terorisme,” klaimnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih kepada Presiden Trump atas keputusan tersebut.

”Keputusan Presiden Trump itu melayani kepentingan negarai kita dan di kawasan,” tuturnya.

Untuk diketahui, IRGC adalah pasukan terkuat yang dimiliki Iran. IRGC dibentuk khusus untuk melindungi revolusi Republik Islam Iran dan ulama Islam Syiah.

Garda Revolusi Iran dibentuk setelah Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan Raja Iran Shah Mohammad Reza Pahlevi, yang bersekutu dengan Barat.

IRGC juga memunyai tanggungjawab atas rudal balistik dan program nuklir. IRGC melapor langsung ke Pemimpin Tertinggi Iran yang kekinian diampu oleh Ayatollah Ali Khamenei.

IRGC diperkirakan memunyai 125.000 personel yang terdiri dari unit tentara darat, laut, dan udara. Mereka juga merupakan pelatih dari laskah Hisbullah di Lebanon.

Setelah perang Iran-Irak tahun 1980-an, IRGC juga terlibat dalam rekonstruksi dan memunyai jaringan bisnis luas meliputi proyek minyak dan gas sampai telekomunikasi.

IRGC maupun Hisbullah adalah dua entitas militer paling ditakuti oleh Israel di kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Delapan Organisasi Perdagangan Desak Donald Trump soal Tarif Otomotif

Delapan Organisasi Perdagangan Desak Donald Trump soal Tarif Otomotif

Otomotif | Selasa, 09 April 2019 | 11:10 WIB

Donald Trump Sebut Suara Bising Kincir Angin Bisa Picu Kanker, Benarkah?

Donald Trump Sebut Suara Bising Kincir Angin Bisa Picu Kanker, Benarkah?

Health | Selasa, 09 April 2019 | 08:00 WIB

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Mendadak Mundur

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Mendadak Mundur

News | Senin, 08 April 2019 | 13:11 WIB

Cegah Narkoba dari Meksiko, Donald Trump Ancam Pajak Impor 25 Persen

Cegah Narkoba dari Meksiko, Donald Trump Ancam Pajak Impor 25 Persen

Otomotif | Senin, 08 April 2019 | 10:00 WIB

Alasan Trump Akui Kekuasaan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

Alasan Trump Akui Kekuasaan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

News | Senin, 08 April 2019 | 08:57 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB