Reaksi Cak Imin Ditanya Kasus yang Menyeret Nama Nusron Wahid

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 11 April 2019 | 09:19 WIB
Reaksi Cak Imin Ditanya Kasus yang Menyeret Nama Nusron Wahid
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Nama politisi Golkar, Nusron Wahid disebut-sebut oleh anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso sebagai orang yang meminta menyiapkan 400 ribu amplop berisi uang. Ribuan amplop itu belakangan disita dan menjadi barang bukti saat OTT KPK.

400 ribu amplop tersebut diduga dipersiapkan untuk 'serangan fajar' saat Pemilu 17 April mendatang di Jawa Tengah.

Terkait terseretnya nama Nusron dalam kasus tersebut, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengelak saat ditanya awak media dan mengatakan tidak tahu.

Cak Imin yang juga bagian dari Nadhlatul Ulama (NU) bersama dengan Nusron Wahid juga mengaku tidak mengikuti perkembangan kasus yang menyeret Nusron itu.

"Aduh saya gak tahu, gak ngikutin," ujar Cak Imin usai menghadiri acara Haul Pejuang NU di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Politisi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso menjawab bantahan Nusron Wahid yang disebutnya memberi perintah menyiapkan 400 ribu lembar amplop untuk serangan fajar. Bowo hanya berujar, sebagai seorang muslim, Nusron seharusnya beriman dengan benar.

Sebelumnya, Bowo mengaku diminta Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu lembar amplop berisi uang yang diduga untuk serangan fajar. Bowo Sidik juga mengatakan penyiapan amplop itu atas permintaan partai.

"Gimana lah seorang muslim ya. Seorang muslim harus beriman ya," ujar Bowo singkat di KPK, Rabu (10/4/2019).

Amplop itu disita KPK terkait kasus suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

"Saya diminta oleh partai menyiapkan 400 ribu. Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu," singkat Bowo Sidik setelah diperiksa KPK, Selasa (9/4/2019) kemarin.

Namun Nusron Wahid membantah menyuruh Bowo Sidik Pangarso untuk menyiapkan 400 ribu amplop berisikan uang untuk serangan fajar saat Pemilu dan Pilpres 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal 400 Ribu Amplop Bowo, KPK Kemungkinan Besar Akan Panggil Nusron Wahid

Soal 400 Ribu Amplop Bowo, KPK Kemungkinan Besar Akan Panggil Nusron Wahid

News | Rabu, 10 April 2019 | 22:16 WIB

Bowo Sidik Akan Ajukan Justice Collaborator, KPK: Ada Syaratnya

Bowo Sidik Akan Ajukan Justice Collaborator, KPK: Ada Syaratnya

News | Rabu, 10 April 2019 | 22:03 WIB

Nyanyi soal Nusron Wahid, Bowo Sidik Mau Ajukan Justice Collaborator ke KPK

Nyanyi soal Nusron Wahid, Bowo Sidik Mau Ajukan Justice Collaborator ke KPK

News | Rabu, 10 April 2019 | 21:27 WIB

Hadiri Haul Para Pejuang NU, Cak Imin: Menjelang 17 April Harus Solid

Hadiri Haul Para Pejuang NU, Cak Imin: Menjelang 17 April Harus Solid

News | Rabu, 10 April 2019 | 20:44 WIB

Pengacara: Di DPR, Nusron Wahid Suruh Bowo Siapkan Amplop Serangan Fajar

Pengacara: Di DPR, Nusron Wahid Suruh Bowo Siapkan Amplop Serangan Fajar

News | Rabu, 10 April 2019 | 17:43 WIB

Terkini

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB