WNI Protes Tak Bisa Nyoblos, KPU Berpeluang Gelar Pemilu Susulan di Sydney

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Senin, 15 April 2019 | 20:49 WIB
WNI Protes Tak Bisa Nyoblos, KPU Berpeluang Gelar Pemilu Susulan di Sydney
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi. (suara.com/muhammad yasir).

Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan pihaknya tidak akan melakukan Pemilu ulang di Sydney, Australia. Namun, Pramono tidak menutup kemungkinan kalau KPU akan melakukan Pemilu susulan di Sydney.

Pramono menuturkan pihaknya tidak mungkin melakukan Pemilu ulang lantaran harus mengulang kembali termasuk bagi WNI yang telah menggunakan hak suaranya. Untuk itu, kata Pramono pihak akan lebih mempertimbangkan untuk melakukan Pemilu susulan.

"Tapi terbuka kesempatan untuk Pemilu susulan atau lanjutan," tutur Pramono di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Antrean WNI di Sydney yang hendak mencoblos. [Instagram @septriasaacha]
Antrean WNI di Sydney yang hendak mencoblos. [Instagram @septriasaacha]

Pramono menjelaskan jika nantinya dilakukan Pemilu susulan semata-mata hanya untuk memfasilitasi pemilih yang telah terdaftar.

"Hanya buat yang sudah terdaftar, yang belum enggak bisa. Kan itu sama dengan pemilih  yang datang sebelum pukul 13.00 siang. Kalau masih dalam antrian kan bisa tetep dilanjutkan, tapi kalau dia datangnya setelah pukul 13.00 tidak boleh," ungkapnya.

Kendati begitu, Pramono memastikan tidak akan ada tambahan surat suara jika memang nantinya dilangsungkan Pemilu susulan di Sydney. Sebab, Pramono menegaskan Pemilu susulan hanya diperuntukkan bagi pemilih yang telah terdaftar pada hari pemungutan suara di luar negari yakni pada tanggal 14 April lalu.

"Enggak ada (penambahan surat suara). Sepanjang surat suara masih ada di situ, dan hanya berlaku bagi pendaftar yang terdaftar di tanggal 14 (April). Kalau yang di luar itu enggak bisa, karena dia kan DPK (daftar pemilih khusus)," ucapnya.

Sebelumnya, ratusan warga Indonesia yang menetap di Sydney, Australia menuntut pemungutan suara Pemilu 2019 secara ulang. Permintaan itu disampaikan melalui sebuah petisi di laman www.change.org pada Minggu (14/3/2019), hari ini.

Alasan pemungutan suara diminta ulang, karena WNI yang memiliki hak suara itu tak diperbolehkan untuk menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) di beberepa tempat di Sydney pada Sabtu, waktu setempat.

baca juga

Pihak yang menginiasi petisi ini adalah sebuah akun bernama The Rock. Sejak petisi ini dibuat, sudah ada 7.195 orang yang telah menandatangani petisi untuk meminta pemili ulang di Sydney. Petisi ini juga diteruskan kepada beberapa pihak,  yakni Presiden Joko Widodo, KPU dan Bawaslu.


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibekali Tombol Darurat, 15.122 Tentara Jaga Ketat TPS di Jakarta

Dibekali Tombol Darurat, 15.122 Tentara Jaga Ketat TPS di Jakarta

News | Senin, 15 April 2019 | 19:28 WIB

Meriahkan Pemilu 2019, IKEA Gelar Diskon Hingga 70 Persen

Meriahkan Pemilu 2019, IKEA Gelar Diskon Hingga 70 Persen

Lifestyle | Senin, 15 April 2019 | 17:34 WIB

Protes Pemilu Ulang, KPU Belum Bisa Tentukan Nasib Ratusan WNI di Sydney

Protes Pemilu Ulang, KPU Belum Bisa Tentukan Nasib Ratusan WNI di Sydney

News | Senin, 15 April 2019 | 16:39 WIB

JK Ungkap Penyebab Kisruh Pencoblosan di Luar Negeri

JK Ungkap Penyebab Kisruh Pencoblosan di Luar Negeri

News | Senin, 15 April 2019 | 16:36 WIB

Produser Film Sexy Killers: Kita Mau Publik Lebih Cerdas Memilih Pemimpin

Produser Film Sexy Killers: Kita Mau Publik Lebih Cerdas Memilih Pemimpin

News | Senin, 15 April 2019 | 16:28 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×