Prabowo Ditantang Cyrus Network dan CSIS Buka Data Klaim Kemenangan

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari
Prabowo Ditantang Cyrus Network dan CSIS Buka Data Klaim Kemenangan
Prabowo. (Capture Video)

"Karena quick count itu tidak bisa bohong. Kami punya 2002 TPS sampel itu bisa dibuka semua,"

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menyebut hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei hanya untuk penggiringan opini publik. Hal tersebut membuat Lembaga Survei Cyrus Network kesal.

CEO Cyrus Network Hasan Nasbi Batupahat mengatakan, apa yang dikerjakan lembaganya dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) salam menggelar hitung cepat juga menggantungkan martabat para pengumpul suara.

Hasan memahami ada lembaga survei yang berpihak kepada salah pasangan calon. Namun, dirinya meyakini jika lembaga survei selalu profesional ketika mengeluarkan hasil quick count.

"Ini terkait marwah dan martabat pollster. Pollster dan lembaga survei bisa saja ada yang berpihak, mendukung calon-calon tertentu. Tapi kalau mengeluarkan hasil, pasti profesional," kata Hasan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/4/2019).

"Kami yang bergabung dengan PERSEPI, itu sudah bersedia diaudit jika publik merasa curiga dengan hasil lembaga," sambungnya.

Pernyataan tersebut menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang mengklaim kemenangan, sambil mengatakan ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah pasangan Prabowo – Sandiaga kalah.

Kemudian Hasan mengkhawatirkan dampak dari pernyataan Prabowo, yang menyebut ada upaya dari sejumlah lembaga survei untuk menggiring opini publik.

Hingga kekinian, sejumlah lembaga survei menyampaikan hasil sementara quick count di mana Capres - Cawapres nomor urut 01 Jokowi – Maruf Amin.

Selain itu, dirinya juga malah menantang data yang diungkapkan Prabowo saat mendeklarasikan kemenangannya.

"Lembaganya ada atau enggak. Kantornya ada atau enggak. SDM-nya ada atau enggak. Ada kegiatan seperti ini (quick count) atau enggak. Yang paling gampang adalah mengaudit seluruh kegiatan proses mereka," ujarnya.

"Karena quick count itu tidak bisa bohong. Kami punya 2002 TPS sampel itu bisa dibuka semua, dan mereka enggak bisa ngarang TPS-nya di mana, hasilnya berapa, itu ya enggak akan bisa ngarang" tegasnya.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto menyampaikan hasil penghitungan cepat perolehan suara pilpres di depan seluruh pendukungnya. Hasilnya, Prabowo - Sandiaga mengungguli Capres - Cawapres nomor urut 01 Jokowi – Maruf Amin.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Prabowo menyebut dirinya unggul berdasarkan hasil exit poll dan quick count.

"Hasil exit poll kita di 5 ribu TPS kita menang dan hasil quick count kita menang 52,2 persen," kata Prabowo.

Prabowo meminta kepada pendukungnya untuk tetap tenang karena dirinya sudah memahami para lembaga survei tersebut memiliki tujuan untuk menggiring opini kalau Prabowo - Sandiaga kalah di Pilpres 2019.

"Saya tegaskan pada rakyat Indonesia bahwa ada upaya dari lembaga survei tertentu yang kita ketahui memang sudah kerja untuk satu pihak untuk giring opini seolah kita kalah," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS